Istriku Yang Baik

Pagi itu cuaca dikotaku agak sedikit mendung, mungkin karena awal musim penghujan, ditambah lagi kotaku terkenal dengan kota hujan yang sedikit demi sedikit tergeser dengan sebutan kota sejuta angkot ..walah pasti kalian sudah pada tahu kan..?

Ku membalikkan tubuhku ke kanan dan memeluk guling, sengaja ku bermalas-malasan mengingat hari ini adalah hari libur kerja yah sabtu yang mendung ..
Istriku sudah sejak dari pagi buta bangun menyiapkan seArimacam kebutuhan untuk hari ini, mulai dari menyiapkan sarapan, sampai menjemur pakaian di pekarangan rumah.Tentunya tidak perlu kawatir dengan hujan yang akan turun, toh pekarangannya tertutup dari curah hujan.

Yaaaaahhh bangun dong dah siang nih jadi ga kita ketempat temanku! , tiba-tiba istirku berteriak dari luar kamar.
Dengan malas ku jawab Iya..ini juga dah bangun,malah yang bangun jadi dua nih
Yeee apa belum puas semalam yah.. ujar istriku sambil berjalan kearah tempat tidur.
Walah kalau yang begituan, mana pernah puas sayang ujarkku berseloroh.
Udah sana mandi, nanti keburu hujan, bisa berabe ga enak dating ke rumah temen basah kutup hardik istriku.
Kupun menuruti perintah istriku untuk segera menyegarkan tubuhku dengan air dingin .hiiiyy dingin bro barangku bukannya mengkerut ..eh malah tambah keras dan berdenyut-denyut…hahahaha.
Ahah..mending ku undang istriku untuk masuk kesini pikirku .
Bun sikat gigiku mana pancingku setengah berteriak mengimbangi suara air.
Ya ditempatnya dong ujar istriku tak kalah kencang teriakannya.
Ga ketemu nih cariin dong ujarku memancaing .
Istirkupun masuk ke kamar mandi, saat itu dia masih mengenakan baju tidur.
Aih ayah..itunya kok bangun sih ujar istriku.
Ku pura-pura tidak mendengarnya dengan tetap menggosok rambutku yang sedang ku keramas ..namun tidak berapa lama ku merasakan ada kehangatan diseputar batang kemaluanku hmmm dapat ikan pikirku.
Ku masih berdiri dibawah shower sambil terus menggasak rambutku, sementara istriku ida sudah ga karuan melahap batangku,
Pfff yah enaks ga yach ujarnya sambil terus melamoti batang kemaluanku.
Hmmmm enaks dong say ujarku yang kini berusaha untuk membuka pakaiannya. Setelah terlepas semua yang melekat pada tubuh istriku, ku member isyarat agar dia berdiri dari jongkoknya.Ku melumat bibirnya yang selalu sexy dan menggairahkan..istriku membalas lumatan bibirku dengan hangatnya sementara tangan kanannya tidak lepas dari batang kemaluanku..kini bibirku ku arahkan ke lehernya..diapun menggelinjang pertanda menikmati setiap sentuhan bibirku dilehernya ohhhh yah .jangan kau siksa gini yach .ugh punyku dah berdenyut-denyut yah .ku tidak mempedulikan kata-kata istriku ku masih sibuk dengan jilatan lidahku di seputar leher dan dekat telinganya . aghhh yah please . geram istriku sambil meremas batang kemaluanku
Ku tambah bergairah mendengar erangan dari istriku ku sambut dua gunung kembar yang dari tadi bergelantung dengan indahnya di tubuh isrtriku, ku kulum perlahan dan menghisapnya dengan lembut
Yah bunda sudah ga tahan yah ayo yah masukin dong ! pinta istriku.
Ku menuruti permintaannya, namun bukan batangku yang ku masukkan, ku berjongkok agar dapat dengan mudah menggapai seonggok daging yang terbelah diantara selangkangan istriku kudapati milik kewanitaan istirku sudah mulai mengeluarkan cairan, pertanda istirku sudah terangsang hebat. Darahku berdesir kencang, nafsuku semakin melonjak ku sentuh bibir vagina istriku dengan lembut istirku menarik pantatnya kebelakang tanda merasa geli bercampur nikmat, ku dekatkan wajahku kearah selangkangan istirku..dan segera ku melumat lembut pinggiran vagina istriku .
Ough yah ach .sssshhhh nikmats sayang oh
Kini ku julurkan lidahku untuk dapat memasuki liang vagina istriku .dan berusaha untuk dapat mencapai titik kenikmatan istriku dan sesekali ku isap dengan lembut..setiap kali ku isap liang vagina istriku, saat itu pula istriku melenguh tertahan pertanda menikmati setiap isapan mulutku diliang vaiginanya ..
Aw..ah..gila yah..enaks banget yah ayo dong yah mana kontolmu ku dah ga tahan yah.. celoteh istriku
Kupun segera berdiri dan akan menuruti kemauan istirku .
Sayang kamu pegangan ke sisi dinding yah, nanti ku masukkan dari belakang . pintku.
Istriku menurut dan membalikkan tubuhnya menghadap dinding, tangannya bertumpa pada pegangan yang terdapat pada dinding itu, kakinya dibuka agak lebar agar memudahkan rudalku memasuki liang vaginanya .ku meraih kaki kirinya dan mengangkatnya perlahan..kini nampak jelas terlihat liang vaginanya yang menantang untuk segera dijelajahi oleh penisku.
Ku berusaha untuk menjaga keseimbangan istriku agar tidak terjatuh saat ku memasukkan rudalku .dengan perlahan ku arahkan rudalku ke lubang vaginanya .
Sssshhhh pelan2 sayang ku pengen nikmati centi demi centi saat kontolmu masuk memekku..
Ku dorong dengan perlahan saat kurasakan rudalku telah pas pada posisinya, ku tekan perlahan..
Ugh..ssshhh jerit istriku tertahan Yah terusssss say masukin terusssss Akh
Tiba-tiba istriku menggerakkan pantatnya ke belakang dan melkukan gerakan memutar sepert penyanyi dangdut hehehehe
Wow .dapat ilmu dari mana nih godku..
Ku lihat di video say ah gimana enaks kan..?
Banget ujarku singkat.
Dia terus menggerakkan pinggulnya seolah sedang menari-nari..sementara kakinya telah ku lepaskan dari genggaman tangganku agar dia lebih leluasa menggerakkan pantatnya tak kalah ku imbangi setiap gerakannya dengan memaju mundurkan pantatku ..
Gila enak yah wow kontolmu..wow enaks..
Memekmu juga say .ampun dah enaks banget .
Lime menit kemudian karena merasakan cape juga dengan posisi seperti itu, akhirnya istriku meminta ku untuk meneruskannnya di kamar
Say kita lanjutin dikamar yok .ku kedinginan nih uajrnya manja
Hmmm boleh juga..sigkat cerita kami berjalan tanpa busana menuju kamar kami sambil ku jaili mencubit pantatnya
Auw ayah..cakit dong ujarnya cemberut .
Mana yang sakit, sini ku obati ujarku sambil mengusap-usap pantat yang ku cubit tadi istriku malah berlari menuju kamar, dan ku mengikuti dari belakang..sambil mengejarnya
Sesampai di kamar istirku menghempaskan tubuhnya di atas kasur yang sudah terlihat rapi, isriku memang cekatan, terbukti kasur yang tadi menyangga berat badanku telah kembali rapih dalam waktu sekejap saja.Kulihat tubuh istriku sudah berada diatas kasur itu, dibukanya kedua kakinya lebar-lebar..tampak terlihat belahan diantara selangkangannya..wow sungguh pemandangan yang luar biasa..sementara tubuhnya dibiarkan mongering dari sisa guyuran shower tadi. Ku mendekati istriku sambil takjub melihat keindahan tubuhnya, payudaranya terlihat kencang menandakan dia sudah siap untuk melkukan yang lebih lagi .kedua tangannya menahan kakinya yang sudah dia buka lebar-lebar..
Ku mendekati istriku satu langkah dan berjongkok di pinggir tempat tidur lantas dengan merayap ku berusaha untuk lebih mendekatkan lagi wajahku ke arah selangkangannya kembali memek istirku mendapat hujaman lembut dari bibirku .ku paling senang menjilati setiap bagian milik wanita, terutama bagian yang menyembul kelura dari belahan bibir vaginanya
Yaaahhhh enaks yah aw aw hhhhhssssstt aduh nikmat banget gila .
Rasanya ku harus memasukkan kontolku nih bun, dah ga tahan juga denger bunda keenakan
Iya yah,,cepet masukkin kontolnya ku pengen banget memekku dah gatel yah . ujarnya.
Sementara diluar hujan sudah mulai turun, menambah romantic suasana dikamar ini.
Ku mengarahkan rudalku kembali ke liang vagina istriku, dan Blessss..akhirnya masuk juga rudalku kedalam liang vagina ida istriku.
Ogh..yah genjot yang keras yah aw yah terus yah..sikat terusssssss..hajar yah.. ujar istriku ga karuan.
Untuk mengalihkan pikiranku agar tidak cepat selesai..ku berusaha untuk menghitung dalam hati setiap ku menggerakkan rudalku ke dalam vagina istriku
Satu..dua..tiga..empat..lima tahan
Satu..dua..tiga..empat..lima tahan
Satu..dua..tiga..empat..lima tahan
Terbukti berhasil mengalihkan rasa yang sudah diujung rudalku..hehehehe ida istriku tampak memalingkan kepala ke kiri dan ke kanan pertanda sedang menikmati setiap hujaman rudalku di liang vaginanya
Mulutku mulai melumat klitoris kemerahan yang semakin bertambah bengkak. Sekali-kali kuseruput daging kecil nan sensitif itu seperti sedang menyeruput es lilin. Gerinjalan-gerinjal tubuh Istriku makin menjadi-jadi. “Aaauuuwww…!” Istriku menjerit sambil menjambak rambut Ku cukup keras. Ku meringis kesakitan. Tetapi ini tidak menghalangi usahku untuk memasukkan lidahnya sedalam-dalamnya ke dalam kemaluan Istriku. Ku merasakan rasa asin dan agak aneh memang ketika menjilati seluruh permukaan dinding lubang kenikmatan milik istriku. Pemilik lubang itu terus meraung-raung dengan bebasnya. Ku pun semakin tambah bernafsu. Petualangan lidahku di dalam kemaluan Istriku bertambah membabi buta. Boleh dibilang, tak ada secuil bagianpun dari dinding kemaluan Istriku yang luput dari jilatan lidah yang memang panjang dan runcing. Bahkan, dinding liang kemaluannya yang licin dan sudah dibanjiri oleh cairan bening kenikmatan berulang-ulang menjadi korban rambahan lidahku yang tak kenal ampun itu.
Tubuh Istriku terus terlonjak-lonjak kesana-kesini saat dihujam-hujamkan lidahku yang lancip itu masuk-keluar lubang kemaluannya. Sementara mulutnya terus mengeluarkan desahan-desahan dan tak jarang dibarengi dengan jeritan-jeritan kecil. Mata Istriku terpejam, dan akhirnya…
“Aaahhh… crot.. crit.. cret…”
Istriku telah memperoleh puncak kepuasannya. Air laharnya muncrat di mulutku.
Lalu…
“Istriku sayang, sekarang giliranmu berlutut di ubin dan ku duduk di ranjang, terus…”
Kemudian Istriku berlutut di lantai, sedangkan Ku duduk di hadapannya di atas kasur, sehingga selangkangannya tepat berada di depan kepalanya.
“Ayo dong, sayang, dimulai…!”
Istriku meraih batang kemaluanku, lalu perlahan-lahan Istriku langsung mengelus-elus batang kemaluanku serta menciumi dengan lihai. Ku jadi tambah tidak sabar, langsung saja kujejalkan batang kemaluanku kemulut Istriku. Ternyata Istriku menyambutnya dan dengan canggih sekali Istriku mulai memainkan batang kemaluan itu di mulutnya. Ku benar-benar mengkui kalau permainan mulut Istriku memang super hebat. Istriku demikian ahli mengombinasikan antara hisapan, gigitan serta jilatan.
Ku merasakan sangat kenikmatan yang luar biasa. Dan Istriku tampaknya semakin bersemangat ketika Ku juga merespon dengan menggenjot batang kemaluannya di mulutnya. Bahkan ketika Ku mencoba untuk mencabutnya, Istriku berusaha mencegahnya, sehingga batang kemaluannya tidak bisa lepas dari mulutnya. Bukan hanya batang kemaluan saja yang dimainkan. Biji kemaluannya pun kadang-kadang dikulum-kulum sambil sesekali digigit-gigit. Sambil jari telunjuknya ditusukkan ke anus Ku. “Oohhh.. enakk…”
Akh, sangat luar biasa sekali. Sambil menggigit biji batang kemaluan, batang kemaluanku dielus-elus serta diremas-remas. Dan ketika Ku sudah tidak tahan lagi, tampaknya Istriku tahu, dan langsung batang kemaluan Ku kembali dimasukkan ke mulutnya dan memperhebat kuluman serta sedotannya.
Akhirnya Ku benar-benar tidak tahan, dan bermaksud mencabut dari mulutnya. Tapi rupanya Istriku tidak rela batang kemaluan itu keluar dari mulutnya, sehingga “lahar” ku keluar di mulutnya. “Ahhh…” benar-benar Ku merasakan nikmat ketika “lahar”-nya tertumpah keluar. Istriku tampak gembira sekali dengan keluarnya “lahar” ku. Istriku sedot semua “lahar” Ku seakan-akan tidak rela “lahar” suaminya itu tumpah dengan percuma. Namun karena Ku mengeluarkan “lahar” cukup banyak sehingga sebagian keluar menetes di mulutnya. Istriku mengusap “lahar” Ku yang keluar dari mulutnya dengan tangannya, kemudian menjilati tangannya yang belepotan air “lahar” itu. “Ah… Ku saying kamu punyamu enak sekali.” Sambil mengecup kepala batang kemaluan yang sudah menyusut itu.
Lalu Istriku mulai segera beraksi lagi, didorongnya Ku di kasur agar kembali terlentang. Kemudian Istriku ikut naik ke atas ranjang, tubuhnya yang “uhui” itu menindih tubuhku. Terus Istriku menyodorkan susunya yang besar dan menantang itu dengan indahnya dari atas. Ku pun segera mencambut susu itu dengan riangnya. Ku mulai menjilati puting susu Istriku yang masih tetap tinggi dan mengeras seperti tadi. Istriku mengeram kecil sewaktu Ku gigit-gigit kecil puting susu yang menggiurkan itu.
Setelah itu Istriku turun lebih ke bawah. Kini Istriku menindih perutku. Istriku mulai mengepit kedua belah susu yang montok itu dengan lengannya. Lalu Istriku menjepit batang kemaluanku dengan belahan di antara susunya itu. Kemudian Istriku menggeser-geserkan batang kemaluanku di lembah tersebut. Gesekan-gesekan yang terjadi antara batang kemaluan itu dengan lereng-lereng dua buah bukit menjulang yang mengapit lembah tersebut ternyata memang ampuh, batang kemaluan Ku kini mulai bangkit lagi. Melihat usahanya mulai menunjukkan hasil, Istriku semakin menambah cepat gerakannya. Dan benar saja. Tak lama kemudian, batang kemaluan Ku telah kembali “siap tempur” seperti semula.
Tanpa mau membuang kesempatan emas, Istriku langsung mengangkangi selangkanganku. Setelah mengarahkan batang kemaluanku tepat di bawah lubang kemaluannya, Istriku mulai beraksi. Bertepatan dengan anjloknya tubuhnya ke bawah, batang kemaluanku pun langsung tertelan seluruhnya dalam liang kemaluannya. Kami berdua sama-sama melenguh cukup keras. Aku tidak mau berdiam diri saja. Segera diputar-putar batang kemaluannya di dalam lubang kemaluan Istriku. Sementara itu Istriku ikut mengimbangi dengan menaik-turunkan sembari memutar-mutar pantatnya yang semok itu. Kami berdua semakin lama semakin mempercepat tempo gerakannya. Tangan Ku pun ikut ambil bagian, meremas-remas susu Istriku dengan gemasnya. Ku menjepit kedua puting susunya yang mengeras, sehingga tak ayal lagi, kedua puting susu itu melejit dengan indahnya di antara jepitan jari-jari Ku.
Seiring dengan gerakan persetubuhan mereka yang makin menggila, nafsu birahi mereka berdua pun semakin menjadi-jadi. Dan dengan nafsu yang semakin membulak-bulak ini, mereka pun juga makin memperganas persetubuhan mereka. Tak terasa secara keseluruhan sudah hampir satu jam lamanya Ku dan Istriku memulai permainan cinta mereka.
Beberapa menit kemudian, bersamaan dengan mendekatnya waktu satu jam itu, Aku dan Istriku menArimi orgasme berbarengan. Batang kemaluan Ku memuntahkan air “lahar” masuk ke dalam lubang kemaluan istirku semuanya. Sebagian malah ada yang berlelehan keluar akibat tidak mampunya lubang kemaluan menampung cairan kenikmatan Ku itu yang kali ini jauh lebih banyak daripada orgasme yang pertama tadi.
Akhirnya dengan tubuh bermandikan keringat yang mengalir deras, aku dan Istriku jatuh tertidur berdampingan di ranjang yang nyaman itu. Batang kemaluanku masih menancap di dalam lubang kemaluan istriku, sedangkan tangan Ku masih menungkupi salah satu susunya yang ranum.

Pada siang harinya istriku menelepon temannya di daerah Ciawi untuk memberitahu kalau kami berdua akan datang ketempatnya.
Halo ni, sori kami ga jadi dating pagi ya, soalnya hujan sih,mungkin agak siangan ya menunggu hujan reda
Wah..ga papa kok da, asyik dong ya Cuma berdua dirumah, pastinya kamu habis dihajar ma si ari suamimu ya da.
Iya ni,ampe cape aku ngelayaninya
Ya udah aku tunggu entar siang ya .
Oke ni..sampe nanti ya

Singkat cerita, siang itu kami sudah berada di rumah anita yang cukup asri, pohon-pohon besar serta kolam ikan yang ada di pekarangan rumahnya ditambah udara yang sejuk seputaran daerah ciawi, menambah asri lingkungan sekitarnya.
Ani adalah sahabat istriku sejak dibangku SMA, dan aku mengenalnya setelah kami pacaran sewaktu kuliah dulu.Ani orangnya supel dan pandai bergaul, saying nasibnya tidak begitu baik, dia ditinggal suaminya seorang pelaut yang mati terkena serangan jantung pada waktu bertugas di lautan lepas.
Kulihat istriku tampak asyik mengobrol dengan sahabatnya, aku tak berniat untuk bergabung, maka aku biarkan mereka berdua ngoborol di ruang tengah, sementara aku duduk diruang tamu sambil membaca malajah yang tergeletak diatas meja.
Kudengar sayup-sayup suara ketawa mereka yang cekikikan, dan kadang tertawa terbahak-bahak hingga membuat aku penasaran. Lantas aku menguping pembicaraan mereka dengan berkonsentrasi mendengarkan obrolan mereka.
Ni..kamu kan dah hamper 2 tahun menjanda, lantas kebutuhan biologismu kamu salurkan kemana..? Tanya istriku.
Itulah da, aku juga bingung, kamu kan tau sendiri libidoku kayak gimana,walaupun aku punya dildo, tapi tetap saja belum terpuaskan.. keluh ani sahabat istriku.
Wah kamu cari aja brondong ni, pasti dijamin puas..atau cari yang memang sama-sama membutuhkan ujar istriku.
Ga ah da aku takut, yang seperti belum tentu bersih da..
Sejenak mereka terdiam, istriku berusaha untuk menghibur sahabatnya yang terlhat agak bersedih.
Tiba-tiba istriku melontarkan ide yang agak aneh
Ni..kamu mau ga kalau aku tawari suamiku untuk bermain denganmu..? ucapnya dengan mata berbinar.
Gila kamu da, masak aku maen sama ari suamimu enggak ah
Loh katanya mau cari yang bersih, ya itu..suamiku bersih kok ni aku jamin,kalau enggak percaya berarti kamu ga percaya aku bersih dong goda istirku.
Iya..tapi..
Ah sudahlah ni, aku rela kok kamu ngesex sama suamiku, kadang aku juga suka kuwalahan kok ujarnya.
Aduh gimana ya .aku jadi bingung da..
Ga papa ni, nah sekarang kamu siap-siap deh..kamu ke kamar gih ntar aku panggil suamiku untuk menyusul ke kamarmu .biar nanti aku berjaga-jaga disini, sapa tahu ada tamu tak diundang.. ujar ida istriku.
Seperti kerbau yang dicocok idungnya, ida menurut saja, atau entah karena membayangkan kenikmatan yang bakal diraihnya dia menuruti kemauan ida sahabatnya .
Aku kembali pura-pura duduk dan membolak balik majalah tadi, dan seperti dugaanku..istriku menghampiriku seraya duduk disebelahku.
Yah mmmm mau ga nolongin bunda
Nolongin apaan sih bun..? tanyaku acuh tak acuh.
Itu loh yah..si ani kasian yah..
Kasian kenapa? tanyaku lagi
Enggg gini yah, ayah mau enggak ngesex sama si ani..kasian dia sudah lama menginginkan sex yah
Walah! ujarku pura-pura kaget.
Tenang yah. Bunda tau apa yang ada dipikirian ayah, ayah juga kadang2 suka ngelirik ke ani kan kalau kita lagi ngobrol bertiga.
Eh..anu..itu
Udahlah yah, bunda tau kok, ayah juga pengen ngerasain memeknya ani kan .dia baru 3 kali kena masuk ****** mantan suaminya loh yah ayah pasti ketagihan deh .
Aduh bun, tapi masak aku sama si ani sih, aku ..eng..
Mau enggak! hardik istriku sewot.
Iy iy iya deh bun,, ujarku sambil nyengir.
Nah gitu dong , sekarang mamah kasih keleluasaan deh sama ayah, ayah maen berdua dulu, tapi nanti ayah mesti melayani kami berdua sekaligus ya..! ancam istriku.
Oke, sapa takut timpalku sambil berdiri dari dudukku.
Mau kemana yah..? selidik istriku.
Lha katanya aku disuruh ngentotin ani, ya aku mau kesana.. tunjukku kearah kamar ani.
Pinter..ya udah sana, aku tunggu disini menjaga sikon, takut ada tamu
Aku ngeloyor pergi ke arah kamai ani dan meninggalkan istriku yang selintas aku lihat membuka majalah yang tadi aku baca.
Sesampainya di depan pintu kamar ani, kucoba untuk mengetuk pintunya terlebih dahulu, tidak lama terdengan suara ani yang agak parau, mungkin menahan gejolak di hatinya.
Tidak ada jawaban ataupun suara.
Aku memberanikan diri untuk meraih gerendel pintu dan memutarnya, seketika itu pintu terbuka sedikit. Dengan dorongan ringan ku buka lebih lebar agar tubuhku dapat memasuki ruang kamar ani.
Aku mendapatkan ani sedang duduk di pinggir tempat tidur, gaunnya yang berwarna putih panjang terutai hingga menyentuh lantai, sementara rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai di pundaknya. Melihat itu kontak rudalku mulai beraksi. Aku sedikit terkesiap melihat buah dadanya yang montok, benar benar diluar ukuran. Aku sudah tak tahan lagi dengan sigap aku berjalan dan mendekati Ani, kuremas susunya dan kucium bibirnya. Ani hanya pasrah saja, tanpa tunggu komando lagi celanaku langsung kupelorotkan dan kusuruh Ani memegang kontolku. Ani langsung menggenggamnya dengan halus, aku yang sudah bernafsu segera merbahkan Ani pelan pelan diatas kasur sambil tetap berciuman dan Ani masih menggenggam kontolku.
Mas..punyamu besar juga ya, pantesan ida kewalahan
Hmmm ida mengajak kita untuk bermain bertiga ni, kamu mau kan..?
Boleh mas..tapi nanti ya,aku pengen merasakan dientot sama mas berdua dulu ya .puasin aku mas
Aku merasakan hangat di kepala senjataku saat lidahku menari-nari
menelusuri celah kemaluannya, lidahku semakin dalam masuk ke dalam
celah kewanitaannya yang telah basah, kuhisap klitorisnya kuat-kuat,
kurasakan tubuhnya bergetar hebat.
“Achhh… Masi.. aku sudah nggak tahan.. Terus Mas… oh…”
Pergulatan kami semakin seru, kini posisi kami berbalikan seperti angka 69, kami saling menghisap puting dada. Saat aku memainkan puting dadanya yang sudah mencuat, lidahnya menjilati putingku. Aku
turun menjilati perutnya, kurasakan juga perutku dijilati dan akhirnya lidah kami saling menghisap kemaluan.
Lima belas menit sudah kami saling menghisap, nafsuku yang sudah di ubun-ubun menuntut penyelesaian. Segera aku membalikkan tubuhku.
Kini kami kembali saling melumat bibir, sementara senjataku yang sudah basah oleh liurnya kuarahkan ke celah pahanya, sekuat tenaga aku mendorongnya namun sulit sekali. Tubuh kami sudah bersimbah
peluh. Akhirnya tak sabar tangan Ani memandu senjataku, setelah sampai di pintu kemaluannya, kutekan kuat, Ani membuka pahanya lebar-lebar dan senjataku melesak ke dalam kemaluannya. Kepala
senjataku sudah berada di dalam celahnya, hangat dan menggigit.
Kutahan pantatku, aku menikmati remasan kemaluannya di batanganku.
Perlahan kutekan pantatku, senjataku amblas sedalam-dalamnya. Gigi Ani yang runcing tertancap di lenganku saat aku mulai menaikturunkan pantatku dengan gerakan teratur.
Remasan dan gigitan liang kewanitaannya di seluruh batang senjataku terasa sangat nikmat. Kubalikan tubuhnya, kini tubuh Ani menghadap ke samping. Senjataku menghujam semakin dalam, kuangkat sebelah kakinya ke pundakku. Batang senjataku amblas sampai mentok di mulut rahimnya. Puas dari samping, tanpa mencabut senjataku, kuangkat tubuhnya, dengan gerakan elastis kini aku menghajarnya dari belakang. Tanganku meremas bongkahan pantatnya dengan kuat, sementara senjataku keluar masuk semakin cepat. Erangan dan rintihan yang tak jelas terdengar lirih, membuat semangatku semakin bertambah. Ketika kurasakan ada yang mau keluar dari kemaluanku,
segera kucabut senjataku. “Pllop..” terdengar suara saat senjataku kucabut, mungkin karena ketatnya lubang kemaluan Ani mencengkram senjataku. “Achh, kenapa Mas.. aku sedikit lagi”, protes Ani. Dia
langsung mendorong tubuhku, kini aku telentang di bawah, dengan sigap Ani meraih senjataku dan memasukkannya ke dalam lubang sorganya sambil berjongkok.

Kini Ani dengan buasnya menaikturunkan pantatnya, sementara aku di bawah sudah tak sanggup rasanya menahan nikmat yang kuterima dari gerakan Ani, apalagi saat pinggulnya sambil naik-turun digoyangkan juga diputar-putar, aku bertahan sekuat mungkin.
Satu jam sudah berlalu, kulihat Ani semakin cepat bergerak, cepat hingga akhirnya aku merasakan semburan hangat di senjataku saat tubuhnya bergetar dan mulutnya meracau panjang. “Oh.. aku puas Mas, sangat puas..” tubuhnya tengkurap di atas tubuhku, namun senjataku yang sudah berdenyut-denyut belum tercabut dari kemaluannya.

Kurasakan buah dadanya yang montok menekan tubuhku seirama dengan tarikan nafasnya.
Setelah beberapa saat, aku sudah merasakan air maniku tidak jadi keluar, segera kubalikkan tubuhnya kembali. Kini dengan gaya konvensional aku mencoba meraih puncak kenikmatan, kemaluannya yang
agak basah tidak mengurangi kenikmatan. Aku terus menggerakkan tubuhku. Perlahan gairahnya kembali bangkit, terlebih saat batang senjataku mengorek-ngorek lubang kemaluannya kadang sedikit kuangkat pantatku agar G-spotnya tersentuh. Kini pinggul Ani yang seksi mulai bergoyang seirama dengan gerakan pantatku. Jari-jarinya yang lentik mengusap dadaku, putingku dipilin-pilinnya, hingga sensasi yang kurasakan tambah gila.

Setengah jam sudah aku bertahan dengan gaya konvensional. Perlahan aku mulai merasakan cairanku sudah kembali ke ujung kepala senjataku. Saat gerakanku sudah tak beraturan lagi, berbarengan dengan hisapan Ani pada putingku dan pitingan kakinya di pinggangku,
Aghhh ni aku sudah mau keluar nih an
Keluarkan didalam saying, aku basahi rahimku sayang oh
kusemprotkan air maniku ke dalam kemaluannya, kami berbarengan orgasme.
Kami terkulay lemas dan aku segera merebahkan tubuhku di sebelahnya.
Ampun deh an, memekmu masih sempit, enaks banget
Bukan memekku yang sempit mas, tapi ****** mas yang gede, ahkg beruntung banget si ida ya
Aku terdiam sesaat, yang beruntung tuh aku lah dapat dua memek yang sama-sama nikmat.

Setelah dirasakan cukup beristirahat, aku da ani keluar dari kamar dan mendapati istriku yang kini asyik menontong TV.
Wah..gimana rasanya ni,mantaf kan punya lakiku Tanya ida ke ani.
Ida hanya mengajungkan jempol tanda memuji, lantas dia bergegas ke dapur untuk membawa air dingin pelepas dahaga kami.
Nih mas, pasti haus kan ani menyodorkan gelas berisi air putih dingin.
Makasih ni sambutku dan melahap habis isi gelas itu.
Gimana ni, ceritain dong gimana tadi
Aduh dah, memekku sampe perih gini rasanya, ****** suamimu keras banget
Iya dong, sapa dulu istrinya
Aku hanya tersenyum mendengar celotehan istriku.
Gimana yah ? memek ani masih oke kan..?
Iya say, masih rapet banget, ampe sulit waktu mau masukin kontolku nih ujarku sambil meremas kontolku.
Istriku tertawa lepas, disusul oleh ani yang ikutan tertawa
Hari itu aku putuskan untuk menginap ditempat ani, rencanaku mala ini akan kuhabiskan dengan main bertiga ah pastinya akan lebih memilki sensasi yang luar biasa.


About this entry