Kenikmatan Dari Driver

Karena kegiatanku di kantor makin lama makin banyak dan aku harus movable mengunjungi beberapa kantor penjualan, perusahaan memberi aku kendaraan dinas. Karena aku tidak bisa nyetir, maka aku pun mendapatkan seorang driver, nya. Dia orang Sunda, belum terlalu tua, kuperikaran umurnya 40an lah. Orangnya gak jelek2 amat, perawakannya tinggi tegap, dan selalu rapi dalam berpakaian. Wawasannya cukup luas sehingga enak dijadikan teman ngobrol dalam menempuh kemacetan jalan yang sudah menjadi rutinitas sehari2. Terkadang akupun harus mengunjungi beberapa kantor penjualan yang terdekat, yang dapat dikunjungi dengan kendaraanku, pulang pergi tanpa harus menginap. Karena kesibukanku itu menyebabkan frekuensi pertemuan dengan suamku makin jarang saja, sehingga aku makin tidak mendapatkan kepuasan batin dari dia, apalagi justru sekarang ini ampir setiap weekend dia menjalankan bisnisnya di luar kota. aku tidak curiga pada dia, kupikir wajarlah lelaki kalo jauh dari istri pasti mencari prempuan sebagai teman untuk bersantai. Aku tidak mempermasalahkan hal itu karena aku sendiri mendapat kepuasan maksimal dari beberapa lelaki yang telah kukencani. Karena ada driver, aku selalu merasa aman untuk bekerja hingga selarut apapun karena pulangnya selalu ada yang ngantar. Tak jarang aku memintanya mampir untuk sekedar memberinya secangkir kopi hingga suamiku pun mengenalnya dengan baik. Mereka beberapa kali jumpa dirumah saat suamiku ada dirumah. Bahkan suamiku pun kerap kali memberinya beberapa bungkus rokok Gudang Garam kesukaannya.

Suatu hari, saat aku pulang lembur seperti biasa aku diantar dia. Begitu sampai ke depan rumah tiba-tiba hujan mengguyur dengan derasnya hingga kusuruh dia untuk menunggu hujan reda. Aku suruh pembantuku yang sudah tua untuk membuatkan kopi baginya. Sementara dia menikmati kopinya aku pun masuk ke kamar mandi untuk mandi. Merupakan kebiasaanku untuk mandi sebelum tidur. Hujan tidak kunjung reda hingga aku selesai mandi, kulihat dia masih duduk menikmati kopinya dan rokok kesukaannya di teras sambil menerawang hujan. Hanya dengan mengenakan baju tidur, aku ikut duduk di teras untuk sekedar menemaninya ngobrol. Kebetulan lampu terasku memang lampunya agak remang-remang. Dia baru saja memperoleh putra. Aku mengajak dia ngobrol tentang putranya itu. Gimana sekarang punya anak, kang? Bahagia kan? tanyaku membuka percakapan. Ya, bahagia sekali, neng. Habis dulu istri saya pernah keguguran saat kehamilan pertama, jadi ini benar-benar anugrah yang tak terhingga buat saya, neng. Apalagi kami berdua sudah tidak muda lagi”. Sambil ngobrol kulihat matanya sempat melirikku yang saat itu mengenakan gaun tidur dari satin tipis berwarna pink. Dalam balutan pakaian itu, pundak dan pahaku yang putih memang terbuka. Aku mengenakan pakaian itu karena memang tadinya niatnya akan langsung tidur. Di samping itu aku sudah merasa dekat dengan dia yang selama ini selalu bersikap sopan padaku. Jadi aku tak merasa risih berpakaian seperti itu di depan dia.

Baru kusadar sewaktu melihat jakunnya naik turun melihat kemolekan tubuhku. Aku sadar tubuhku yang terbuka telah membuatnya terangsang. Bagaimanapun, ia tetaplah seorang lelaki normal. Mungkin karena hujan yang semakin deras dan aku pun jarang dijamah suamiku membuat gairah nakalku bangkit. Aku sengaja mengubah posisi dudukku sehingga gaunku yang sudah mini itu jadi tersingkap. Pahaku yang mulus kini sepenuhnya kelihatan. Hal ini membuat duduknya semakin gelisah. Matanya berkali-kali mencuri pandang ke arah pahaku. Sebentar kang, saya ambil minuman lagi, kataku sambil bangkit dan berjalan masuk. Aku sadar bahwa gaun yang kukenakan saat itu agak tipis sehingga bila aku berjalan ke tempat terang tubuhku akan membayang di balik gaun tipisku. Oh ya, akang masuk saja ke dalam soalnya hujan kan Di luar dingin I..iya, neng.. jawabnya agak tergagap karena lamunannya terputus oleh undanganku tadi. Jakunnya semakin naik turun dengan cepat. Aku tahu ia tentu sudah lama tidak menyentuh istrinya sejak melahirkan bulan kemarin, karena usia kelahiran bayinya belum genap 40 hari. Dia pun masuk dan duduk di sofa ruang tamuku. Pembantuku sudah terlelap di kamarnya di belakang. Setelah mengambil minuman, aku duduk di ruang tamu berhadap-hadapan dengan dia. Duduknya semakin gelisah melihat penampilankui. Akhirnya mungkin karena tidak tahan atau karena udara dingin ia minta ijin untuk ke kamar kecil. Eh anu, neng. Boleh minta ijin ke kamar kecil, neng. Silakan, kang. Pakai yang di dalam saja. Ah enggak, neng saya enggak berani. Enggak apa-apa. Masuk aja, nanti ada di dekat ruang tengah itu. Baik, neng. Sambil berdiri ia membetulkan celana seragam dinasnya yang ketat. Aku melihat ada tonjolan besar yang mengganjal di sela-sela pahanya. Aku membayangkan seberapa besar isinya. Agak ragu-ragu ia melangkah masuk hingga aku berjalan di depannya sebagai pemandu jalan. Akhirnya kutunjukkan kamar kecil yang bisa dipakainya. Begitu ia masuk aku pun pergi ke dapur untuk mencari makanan kecil, sementara di luar hujan semakin lebat diiringi petir yang menyambar-nyambar.

Aku terkejut saat aku keluar dari dapur tiba-tiba ada tangan kekar yang memelukku dari belakang. Toples kue hampir saja terlepas dari tanganku karena kaget. Dia yang kukira tidak mempunyai keberanian ternyata tanpa kumulai sudah mendahului dengan cara mendekapku. Napasnya yang keras menyapu-nyapu kudukku hingga membuatku merinding. Ma..maaf, neng. Say.. saya sudah tidak tahan , desisnya diiringi dengus napasnya yang menderu. Lidahnya menjilat-jilat tengkukku hingga aku menggeliat sementara tangannya yang kukuh secara menyilang mendekap kedua toketku. Untuk menjaga wibawaku aku pura-pura marah. Kang, apa-apaan ini suaraku agak kukeraskan sementara tanganku mencoba menahan laju tangannya yang semakin liar meremas toketku dari luar gaunku. Ma..af, neng.. say.. saya.. sudah tidak tahan lagi , diulanginya ucapannya yang tadi tetapi tangannya semakin liar bergerak meremas dan kedua ujung ibu jarinya memutar-mutar kedua pentilku dari luar gaunku yang tipis. Perlawananku semakin melemah karena terkalahkan oleh desakan napsuku yang menuntut pemenuhan. Apalagi tonjolan di balik celananya yang keras menekan kuat di belahan kedua belah buah pantatku. Hal ini semakin membuat nafsuku terbangkit ditambah dinginnya malam dan derasnya hujan di luar sana. Tubuhku semakin merinding dan kurasakan seluruh bulu romaku berdiri saat jilatan lidahnya yang panas menerpa tulang belakangku. Tubuhku didorongnya hingga tengkurap di atas meja makan dekat dapur yang kokoh karena memang terbuat dari kayu jati pilihan. Saat itulah tiba-tiba salah satu tangannya beralih menyingkap gaunku dan meremas kedua buah pantatku.Aku semakin terangsang hebat saat tangan nya yang kasar menyusup celana dalam nylonku dan meremas pantatku dengan gemas. Sesekali jarinya yang nakal menyentuh lubang anusku.Gila..!! Benar-benar lelaki yang kasar dan liar. Tapi aku senang karena suamiku biasanya mencumbuku dengan lembut. Ini sensasi lain..!! Kasar dan liar apa lagi samar-samar kucium aroma keringat nya yang berbau khas lelaki! Tanpa parfum gila aku jadi terobsesi dengan bau khas seperti ini. Akhh..kaang jangg anhhhh desahku antara pura-pura menolak dan meminta. Ya, harus kuakui kalau aku benar-benar rindu pada jamahan lelaki kasar macam dia. Dia yang sudah sangat bernafsu sudah tidak mempedulikan apa-apa lagi. Dengan beringas dan agak kasar digigitnya punggungku di sana-sini sehingga membuat aku menggeliat dan menggelepar seperti ikan kekurangan air. Apalagi saat bibirnya yang ditumbuhi kumis tebal mulai menjilat-jilat pantatku. “Akhh..kang..akhh..jang..akhh

Kepura-puraanku akhirnya hilang saat dengan agak kasar mulut nya dengan rakusnya menggigiti kedua belah pantatku!! Luar biasa sensasi yang kurasakan saat itu. Pantatku bergoyang-goyang ke kanan dan kiri menahan geli saat digigit nya. Mungkin kalau disyuting lebih dahsyat dibanding goyang ngebornya si Inul yang terkenal itu. Emhh..pantat neng indahh kudengar nya menggumam mengagumi keindahan pantatku. Lalu tanpa rasa jijik sedikitpun lidahnya menyelusup ke dalam lubang anusku dan jilat sana jilat sini. Ouch shh Am..ampunnhhh aku mendesis karena tidak tahan dengan rangsangan yang diberikan lelaki kasar yang sebenarnya harus menghormati kedudukanku di kantor. Aku benar-benar pasrah total. No nokku sudah berkedut-kedut seolah tak sabar menanti disodok-sodok. Rangsangan semakin hebat kurasakan saat tiba-tiba kepala nya menyeruak di sela-sela pahaku dan mulutnya yang rakus mencium dan menyedot-nyedot no nokku dari arah belakang. Secara otomatis kakiku melebar untuk memberikan ruang bagi kepalanya agar lebih leluasa menyeruak masuk. Aku sepertinya semakin gila. Karena baru kali ini aku bermain gila di rumahku sendiri. Tapi aku tak peduli yang penting gejolak nafsuku terpenuhi. Titik! Ouch shh terushhh.. Ohhh, nyahhh Dari menolak aku menjadi meminta! Benar-benar gila!! Pantatku semakin liar bergoyang saat lidah nya menyelusup ke dalam no nokku yang sudah sangat basah dan menjilat-jilat it ilku yang sudah sangat mengembang karena birahi. Aku merasakan ada suatu desakan maha dahsyat yang menggelora, tubuhku seolah mengawang dan ringan sekali seperti terbang ke langit kenikmatan. Tubuhku berkejat-kejat menahan terpaan gelora kenikmatan. Dia semakin liar menjilat dan sesekali menyedot it ilku dengan bibirnya hingga akhirnya aku tak mampu lagi menahan syahwatku. Akhhh. Aku mendesis melepas orgasmeku yang pertama. Nikmat sekali rasanya. Tubuhku bergerak liar untuk beberapa saat lalu akhirnya terdiam karena lemas. Napasku masih memburu saat dia melepaskan bibirnya dari no nokku. Lalu masih dengan posisi tengkurap di atas meja makan dengan setengah menungging tubuhku kembali ditindih nya.

Kali ini ia rupanya sudah menurunkan celana dinasnya karena aku merasakan ada benda hangat dan keras yang menempel ketat di belahan pantatku. Gila panas sekali benda itu! Aku terlalu lemas untuk bereaksi. Beberapa saat kemudian aku merasakan benda itu mengosek-osek belahan no nokku yang sudah basah dan licin. Sedikit demi sedikit benda keras itu menerobos kehangatan no nokku. Sesak sekali rasanya. Mungkin apa yang kubayangkan tadi benar!! Karena selama ini aku belum pernah melihat ukuran, bentuk maupun warnanya! Tapi aku yakin kalau warnanya hitam seperti si empunya!! Aku kembali terangsang saat benda hangat itu menyeruak masuk dalam kehangatan bibir no nokku. Hkkk hhh.. shhh.. no nokhh neng benar-benar legithhhh. Gumamnya di sela-sela napasnya yang memburu. Didesakkannya kon tolnya ke dalam no nokku. Ouhhh lagi-lagi sensasi yang luar biasa menerpaku. Di kedinginan malam dan terpaan deru hujan kami berdua justru berkeringat. Gaunku tidak dilepas semuanya, hanya disingkap bagian bawahnya sedangkan celana dalam nylonku sudah terbang entah kemana dilempar nya. Ouhh .. ahhhh . Aku hanya mampu merintih menahan nikmat yang amat sangat saat nya mulai memompaku dari belakang! Dengan posisi setengah menungging dan bertumpu pada meja makan, tubuhku disodok-sodok nya dengan gairah meluap-luap. Tubuhku tersentak ke depan saat nya dengan semangat menghunjamkan kon tolnya ke dalam jepitan no nokku! Lalu dengan agak kasar ditekannya punggungku hingga dadaku agak sesak menekan permukaan meja! Tangan kirinya menekan punggungku sedangkan tangan kanannya meremas-remas buah pantatku dengan gemasnya. Tanpa kusadari tubuhku ikut bergoyang seolah-olah menyambut dorongan kon tolnya. Pantatku bergoyang memutar mengimbangi tusukan-tusukan kon tolnya yang menghunjam dalam-dalam. Suara benturan pantatku dengan tulang kemaluan nya yang terdengar di sela-sela suara gemuruh hujan menambah gairahku kian berkobar. Apalagi bau keringat nya semakin tajam tercium hidungku. Tanpa sadar mulutku bergumam dan menceracau liar. Ouhmmm terushh.. terushh.. yang kerashhh.. Aku menceracau dan menggoyang pantatku kian liar saat aku merasakan detik-detik menuju puncak. Putar, neng putarrrhh . Kudengar pula nya menggeram memberiku instruksi untuk memuaskan birahinya sambil meremas pantatku kian keras. kon tolnya semakin keras menyodok no nokku yang sudah kian licin. Aku merasakan kon tol nya mulai berdenyut-denyut dalam jepitan no nokku. Aku sendiri merasa semakin dekat mencapai orgasmeku yang kedua. Tubuhku serasa melayang. Mataku membeliak menahan nikmat yang amat sangat. Tubuh kami terus bergoyang dan beradu, sementara gaunku sudah basah oleh keringatku sendiri. Dia semakin keras dan liar menghunjamkan kon tolnya yang terjepit erat no nokku. Lalu tiba-tiba tubuhnya mengejat-ngejat dan mulutnya menggeram keras. Arghhh terushhh, neng goyangghhhh arghh kon tolnya yang terjepit erat dalam no nokku berdenyut kencang dan akhirnya aku merasakan adanya semprotan hangat di dalam tubuhku Serr.. serr.. serr Beberapa kali peju nya menyirami no nokku. Tubuhnya kian berkejat-kejat liar dan tangannya semakin keras mencengkeram pantatku hingga aku merasa agak sakit dibuatnya. Tapi aku tak peduli. Tubuhku pun seolah terkena aliran listrik yang dahsyat dan pantatku bergerak liar menyongsong hunjaman kon tol nya yang masih menyemprotkan sisa-sisa pejunya. Ouch akhh.. terushh.. kang Tanpa malu atau sungkan aku sudah meminta nya untuk lebih kuat menggoyang pantatnya untuk menuntaskan dahagaku. Akhirnya aku benar-benar terkapar. Tulang-belulangku serasa terlepas semua. Benar-benar lemas aku dibuat oleh nya. Kami terdiam beberapa saat menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja kami peroleh. kon tol nya kurasakan mulai mengkerut dalam jepitan no nokku. Perlahan namun pasti akhirnya kon tol itu terdorong keluar dan terkulai menempel di depan bibir no nokku yang basah oleh cairan kami berdua. Gila, banyak sekali nya mengeluarkan pejunya! Aku tahu itu karena banyaknya tumpahan peju yang menetes dari no nokku ke lantai ruang makan. Neng benar-benar hebat Saya jadi sayang neng bisik nya di telingaku. Su.. sudah, kang Nanti si Mboki bangun, kulepas tangan nya yang masih memelukku. si Mbok itu pembantu tuaku.

Aku berusaha melepaskan diri dari jepitan tubuh nya yang kekar. Lalu aku meninggalkan nya yang masih bugil dan lemas begitu saja untuk bergegas ke kamar mandi dan membersihkan tubuhku. Sekali lagi aku mandi di malam yang dingin itu. Di bawah pancuran air dingin, aku terdiam merasakan apa yang sudah terjadi barusan. Aku keluar dari kamar mandi dengan mengenakan gaunku yang sebetulnya agak kotor kena keringat. Baru kusadari betapa kacaunya ruang makanku! Meja makanku sudah bergeser tak karuan. Sementara kulihat celana dalam nylonku terlempar ke sudut ruangan dekat kulkas. nya masih membetulkan celana dinasnya. Neng, saya boleh numpang mandi, neng Silakan, kang. Handuknya ada di dalam. Aku mengambil kain pel dan membersihkan cairan sisa-sisa perngen totan yang berceceran di lantai. Sementara itu dia mandi di kamar mandi yang baru saja kupakai.

Aku masih mengepel cairan sisa-sisa perjuangan kami tadi yang masih menempel di lantai. Tanpa kusadari tiba-tiba nya yang hanya mengenakan handuk memelukku lagi dari belakang. Gila! Orang ini benar-benar bernafsu kuda!! Tubuhku diangkatnya dan hendak dibawa masuk ke kamar mandi. Jangan di situ, kang , bisikku. Aku tidak mau dien tot di lantai kamar mandi yang dingin! Bisa-bisa masuk angin nanti! Ke kamar tidur depan aja, kang. Aku tahu tak mungkin aku menolak keinginan nya! Apalagi aku juga menyukainya. Jadi aku menurut saja saat ia ingin menngen totiku lagi. Akhirnya tubuhku dibopong ke kamar tidur depan yang memang khusus untuk tamu bila ada yang menginap. Kamar tamuku fasilitasnya komplit sesuai standar rumah berkelas. Kamar tamuku dilengkapi tempat tidur springbed, dan kamar mandi di dalam, serta AC! Setelah menutup pintu kamar dengan kakinya, nya menurunkan tubuhku di lantai dan bibirnya mulai mencari-cari bibirku. Aku diam saja saat bibirnya menyedot-nyedot bibirku. Kumisnya yang tebal terasa geli mengais-ngais hidungku. Aku semakin geli saat lidahnya berusaha menyusup ke dalam mulutku dan mengais-ngais didalamnya. Tanpa sadar lidahku ikut menyambut
lidah nya yang mendesak-desak dalam mulutku. Akhirnya kami saling pagut dengan liar dan menggelora.

Nafsuku mulai bangkit lagi. Apalagi tangan nya mulai menyingkap gaun ku ke atas dan melepaskannya melalui kepalaku hingga aku telanjang bulat di depannya! Aku memang belum sempat memakai celana dalam dan BH setelah mandi tadi. Lalu dengan sekali tarik nya melepas handuk yang melilit di pinggangnya hingga ia juga telanjang bulat di depanku! Benar dugaanku! Ternyata kon tolnya berwarna hitam dengan jembut yang sangat lebat. Topi bajanya tampak mengkilat dan mengacung ke atas dengan gagahnya! Ukurannya besar!! Makanya tadi kurasakan betapa sempitnya no nokku menjepit benda itu!! Aku jadi tak merasa rugi menyerahkan tubuhku padanya. Aku tidak sempat berlama-lama melihat pemandangan itu, karena sekali lagi dia menyergapku. Mulutnya dengan ganas melumat bibirku sementara tangannya memeluk erat tubuh telanjangku. Aku merasa kegelian saat tangannya meremas-remas pantatku yang telanjang. Aku semakin menggelinjang saat bibirnya mulai turun ke leher dan terus ke dua toketku yang padat menjadi sasaran mulutnya yang bergairah! Dia mencumbuku dengan semangat yang begitu bergelora. Agak sakit tapi nikmat saat kedua toketku secara bergantian digigit dan disedot dengan liar oleh mulut nya. Tanganku pun dibimbing nya untuk dipegangkan ke kon tolnya yang tegak menjulang. Ouch shhh enakhhh.. Mulutku tak sadar berbicara saat lidah nya yang panas dengan liar mempermainkan pentilku yang sudah mengeras. Sambil masih tetap memeluk tubuhku dan menciumi toketku, dia duduk di pinggir tempat tidur. Dilepaskannya mulutnya dari toketku dan kembali diciuminya bibirku dengan ganasnya. Aku jadi terjongkok didepan tubuh telanjang nya yang sudah duduk di pembaringan, aku jadi berdiri di atas kedua lututku. Toketku yang kencang menjepit kon tol nya yang hitam dan keras itu! Hhh sssshh dia mendesis saat kon tolnya yang besar dan hitam itu terjepit toketku. Dipeluknya tubuhku dengan semakin ketat dan ditekankannya hingga toketku semakin erat menjepit kon tolnya. Aku merasa kegelian saat jembutnya yang sangat lebat menggesek-gesek pangkal toketku. Apalagi kon tolnya yang keras terjepit di tengah belahan kedua buah toketku, hal ini menimbulkan sensasi yang lain daripada yang lain.

Aku tidak sempat berlama-lama merasakan sensasi itu saat tangan nya yang kokoh menekan kepalaku ke bawah. Diarahkannya kepalaku ke arah kon tolnya, sementara tangan satunya memegang kon tolnya yang berdiri gagah di depan wajahku. Aku tahu ia menginginkan aku untuk mengulum kon tolnya. Tanpa perasaan malu lagi kubuka mulutku dan kujilati kon tol nya yang mengkilat. Gila besar sekali!! Mulutku hampir tidak muat dimasuki benda itu. Arghh..ter..terushhh, neng . Mulut nya mengoceh tak karuan saat kumasukkan kon tolnya yang sangat besar itu ke dalam mulutku. Kujilati lubang di ujung kon tolnya hingga ia mendesis-desis seperti orang kepedasan. Sementara itu, kedua tangannya terus memegangi kepalaku seolah takut aku akan menarik kepalaku dari selangkangannya. Setelah beberapa lama, dengan halus kubelai tangan nya dan kulepaskan cengkeramannya dari kepalaku. Setelah itu, sambil mulut dan tanganku terus bekerja memanjakan kon tolnya, mataku senantiasa menatap mata nya. Sesekali aku pun melempar senyum manisku padanya jika mulutku sedang tak dipenuhi oleh alat vitalnya. Diapun jadi lebih santai dan menikmati pekerjaanku yang kulakukan dengan penuh ketulusan. Tidak puas bermain-main dengan kon tolnya saja, mulutku lalu bergeser ke bawah menyusuri guratan urat yang memanjang dari ujung kepala kon tolnya hingga ke pangkalnya. Dia semakin blingsatan menerima layananku! Tubuhnya semakin liar bergerak saat bibirku menyedot kedua biji peler nya secara bergantian. Neng.. heb..bathh ohhh sssshh.. akhhh . Aku semakin nakal, bibirku tidak hanya menyedot kantung pelernya melainkan lidahku sesekali mengais-ngais anus nya yang ditumbuhi rambut. Dia semakin membuka kakinya lebar-lebar agar aku lebih leluasa memuaskannya.

Beberapa saat kemudian tubuhku ditarik nya dan dilemparkannya ke tempat tidur. Aku masih tengkurap saat tubuh telanjangku ditindihnya. Kakiku dibentangkannya lebar-lebar dengan kakinya. Otomatis kon tolnya kini terjepit antara perutnya sendiri dan pantatku. Ditekannya pantatnya hingga kon tolnya semakin ketat menempel di belahan pantatku. Tubuhku menggelinjang hebat saat lidahnya kembali menyusuri tulang belakangku dari leher terus turun ke punggung dan turun lagi ke arah pantatku.
Tanpa rasa jijik sedikitpun, lidah nya kini mempermainkan lubang anusku. Aku merasakan kegelian yang amat sangat tetapi aku tidak dapat bergerak karena pantatku ditekannya kuat-kuat. Aku hanya pasrah dan menikmati gairahnya. Aku tahu nya melakukan itu karena aku pun telah melakukan hal yang sama padanya barusan. Seluruh tubuhku dijilatinya tanpa terlewatkan seincipun. Dari lubang anus, lidahnya menjalar ke bawah pahaku terus ke lutut dan akhirnya seluruh ujung jariku dikulumnya. Benar-benar gila!! Rasa geli dan nikmat berbaur menjadi satu. Setelah puas melumat seluruh jari kakiku, dia membalikkan tubuh telanjangku hingga kini aku terlentang di tempat tidur. Kakiku dibentangkannya lebar-lebar dan ia sekali lagi menindihku. Kali ini posisi kami saling berhadap-hadapan dengan tubuhku ditindih tubuh kekarnya. Lidahnya kembali bergerak liar menjilati tubuhku. Sasarannya kali ini adalah daerah sensitif di belakang leherku. Aku menggelinjang kegelian. Bibirnya dengan ganasnya menyedot-nyedot daerah itu. Jang..jang..an dimerah ya, kang, erangku memohon padanya. Tentu saja aku tidak mau disedot sampai merah soalnya besok pasti orang sekantor pada ribut. Tidak.. neng . saya cuma gemasss!! desis nya sambil tetap menjilati bagian belakang telingaku.

Tapi kalo di sini boleh kan? katanya nakal sambil tiba-tiba menyedot toketku. Aaaauuwwww .. jeritku terkejut karena gerakannya yang tiba-tiba. Rupanya nya dengan sengaja meninggalkan cupangan merah yang banyak di seputar kedua toketku. Aku kegelian dan semakin bertambah horny karena aksinya itu. Aku hanya bisa berharap agar semua cupang itu telah hilang saat suamiku pulang nanti. Sementara itu tangannya terus bergerak liar meremas toketku bergantian. Aku semakin mendesis liar saat mulut nya dengan liar dan gemas menyedot toketku bergantian. Kedua pentilku dipermainkan oleh lidahnya yang panas sementara tangannya bergerak turun ke bawah dan mulai bermain-main di selangkanganku yang sudah basah. no nokku berdenyut-denyut karena terangsang hebat, saat jari-jari tangan nya menguak bibir no nokkuku dan menggesek-gesekkan jarinya di dinding no nokku yang sudah semakin licin. Sensasi hebat kembali menderaku saat dengan liar mulut nya menggigit-gigit perut bagian bawahku yang masih rata. Perutku memang rata karena aku rajin berlatih kebugaran selain itu aku belum mempunyai anak hingga tubuhku masih sempurna. Akhh.. kang ouchh. Aku mendesis saat bibir nya menelusuri gundukan bukit memekku. Lidahnya menyapu-nyapu celah di selangkanganku dari atas ke bawah hingga dekat lubang anusku. Lidahnya terus bergerak liar seolah tak ingin melewatkan apa yang ada di sana. Tubuhku tersentak saat lidah nya yang panas menyusup ke dalam no nokku dan menyapu-nyapu dinding no nokku. Kakiku dibentangkannya lebar-lebar hingga wajah nya bebas menempel gundukan no nokku. Rasa geli yang tak terhingga menderaku. Apalagi kumisnya yang tebal kadang ikut menggesek dinding no nokku membuat aku semakin kelabakan. Tubuhku serasa kejang karena kegelian saat wajah nya dengan giat menggesek-gesek bukit no nokku yang terbuka lebar. Perutku serasa kaku dan mataku terbeliak lebar. Kugigit bibirku sendiri karena menahan nikmat yang amat sangat. Akhhh kang ak..ku..ohhhh. Aku tak kuasa meneruskan kata kataku karena aku sudah keburu orgasme saat lidah
nya dengan liar menggesek-gesek it ilku. Tubuhku seolah terhempas dalam nikmat. Aku tak bisa bergerak karena kedua pahaku ditindih lengannya yang kokoh. Tubuhku masih terasa lemas dan seolah tak bertulang saat kedua kakiku ditarik nya hingga pantatku berada di tepi tempat tidur dan kedua kakiku menjuntai ke lantai.

Dia lalu menguakkan kedua kakiku dan memposisikan dirinya di tengah-tengahnya. Sejenak ia tersenyum menatapku yang masih terengah-engah tak berdaya di bawahnya. Sebuah senyum kemenangan karena ia telah berhasil mengalahkanku satu ronde! Aku pun tentu saja sangat senang diperlakukan seperti itu oleh seorang laki-laki. Maka aku pasrah saja membiarkannya berbuat apa pun yang disukainya untuk melampiaskan nafsunya pada diriku sekarang. Kemudian ia mencucukkan kon tolnya yang sudah sangat keras ke bibir no nokku yang sudah sangat basah karena cairanku sendiri. Aku menahan napas saat nya mendorong pantatnya hingga ujung kon tolnya mulai menerobos masuk ke dalam jepitan no nokku. Seinci demi seinci, kon tol nya mulai melesak ke dalam jepitan no nokku. Aku menggoyangkan pantatku untuk membantu memudahkan penetrasinya. Dia tidak terburu-buru melesakkan seluruh kon tolnya tetapi dilakukannya secara bertahap dengan diselingi gesekan-gesekan kecil ditarik sedikit lalu didorong maju lagi hingga tanpa terasa seluruh kon tolnya sudah terbenam seluruhnya ke dalam no nokku. Kami terdiam beberapa saat untuk menikmati kebersamaan itu. Kami bisa melihat saat-saat yang indah itu secara utuh melalui cermin besar yang ada di kamar tidur tamu. Tiba-tiba aku melihat bahwa kami adalah pasangan yang sangat serasi. Terlihat tubuh nya yang bugil memiliki otot-otot yang keras dengan kulit yang berwarna gelap. Tubuhku yang bugil pun terlihat bagus dengan kulit yang putih dan otot-otot yang kencang karena sering berolah raga secara teratur. Bibir nya memagut bibirku dan akupun membalas tak kalah liarnya. Aku merasakan betapa kon tol nya yang terjepit dalam no nokku mengedut-ngedut. Kami saling berpandangan dan tersenyum mesra. Tubuhku tersentak saat tiba-tiba nya menarik kon tolnya dari jepitan no nokku. Akhh. aku menjerit tertahan. Enak, neng..? bisiknya. Akang nakal ohhh. Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, dia mendorong kembali pantatnya kuat-kuat hingga seolah-olah ujung kon tolnya menumbuk dinding no nokku di dalam sana. Aku tidak diberinya kesempatan untuk bicara. Bibirku kembali dilumatnya sementara no nokku digenjot lagi dengan tusukan-tusukan nikmat dari kon tolnya yang besar, sangat besar untuk ukuran orang Indonesia. Setelah puas melumat bibirku, kini giliran toketku yang dijadikan sasaran lumatan bibir nya. Kedua pentilku kembali dijadikan bulan-bulanan lidah dan mulut nya. Tubuhku mulai mengejang. Gawat, aku hampir orgasme lagi. Kulihat dia masih belum apa-apa!! Ini tidak boleh dibiarkan pikirku. Aku paling suka kalau posisi di atas sehingga saat orgasme. Lalu tanpa rasa malu lagi kubisikkan sesuatu di telinga nya. Giliran aku di atas, Sayang . Gila ! Aku sudah mulai sayang-sayangan dengan driver di kantorku! Dia meluluskan permintaanku dan menghentikan tusukan-tusukannya.

Lalu tanpa melepaskan kon tolnya dari jepitan no nokku, ia menggulingkan tubuhnya ke samping. Kini aku sudah berada di atas tubuhnya. Aku sedikit berjongkok dengan kedua kakiku di sisi pinggulnya. Kemudian perlahan-lahan aku mulai menggoyangkan pantatku. Mula-mula gerakanku maju mundur lalu berputar seperti layaknya bermain hula hop. Kulihat mata nya mulai membeliak saat kon tolnya yang terjepit dalam no nokku kuputar dan kugoyang. Pantat nya pun ikut bergoyang mengikuti iramaku.
Shhh oughh terushh.. neng arghhhh! dia mulai menggeram. Tangannya yang kokoh mencengkeram kedua pantatku dan ikut membantu menggoyangnya. Gerakan kami semakin liar. Napas kami pun semakin menderu seolah menyaingi gemuruh hujan yang masih turun di luar sana. Cengkeraman nya semakin kuat menekan pantatku hingga aku terduduk di atas kon tolnya. it ilku semakin kuat tergesek kon tolnya hingga aku tak dapat menahan diri lagi. Tubuhku bergerak semakin liar dan kepalaku tersentak ke belakang saat puncak orgasmeku untuk yang kesekian kalinya tercapai. Tubuhku mengejat-ngejat di atas perut nya. Ada semacam arus listrik yang menjalar dari ujung kaki hingga ke ubun-ubun. Akhh ohhh ter..rushhh, kaang ohhh. Aku menjerit melepas orgasmeku meminta nya untuk semakin kuat memutar pantatnya. Akhirnya aku benar-benar ambruk di atas perut nya. Tulang belulangku seperti dilolosi. Tubuhku lemas tak bertenaga. Napasku ngos-ngosan seperti habis mengangkat beban yang begitu berat.

Aku hanya pasrah saat dia yang belum orgasme mengangkat tubuhku dan membalikkannya. Ia mengganjal perutku dengan beberapa bantal hingga aku seperti tengkurap di atas bantal. Kemudian dia menempatkan diri di belakangku. Dicucukkannya kon tolnya di belahan no nokku dari belakang. Setelah tepat sasaran, dia mulai menekan pantatnya hingga kon tolnya amblas tertelan no nokku. Ia diam beberapa saat untuk menikmati sensasi indahnya jepitan no nokku. Dengan bertumpu pada kedua lututnya, dia mulai menggenjot no nokku dari arah belakang. Kembali terdengar suara tepukan beradunya pantatku dengan tulang kemaluannya. Dia semakin lama semakin cepat mengayunkan pantatnya maju mundur. Kurang puas dengan jepitan no nokku, kedua pahaku yang terbuka dikatupkannya hingga kedua kakiku berada diantara kedua paha nya. Kembali ia mengayunkan pantatnya maju mundur. Aku merasakan betapa jepitan no nokku kian erat menjepit kemaluannya. Aku bermaksud menggerakkan pantatku mengikuti gerakannya, tetapi tekanan tangannya terlalu kuat untuk kulawan hingga aku pasrah saja. Aku benar-benar dibawah penguasaannya secara total. Tempat tidurku ikut bergoyang seiring dengan ayunan kon tol nya yang menghunjam ke dalam no nokku. Nafsuku mulai terbangkit lagi. Perlahan-lahan gairahku meningkat saat kon tolnya menggesek-gesek it ilku. Ugh..ugh..uhhh Terdengar suara nya mendengus saat memacu menggerakkan pantatnya menghunjamkan kemaluannya. Terushhh terushh, kang terushhh ahhh Kembali tubuhku bergetar melepas orgasmeku. Kepalaku terdongak ke belakang, sementara dia tetap menggerakkan kon tolnya dalam jepitian no nokku. Kini tubuhnya sepenuhnya menindihku. Kepalaku yang terdongak ke belakang didekapnya dan dilumatnya bibirku sambil tetap menggoyangkan pantatnya maju mundur. Aku yang sedikit terbebas dari tekanannya ikut memutar pantatku untuk meraih kenikmatan lebih banyak.

Kami terus bergerak sambil saling berpagutan bibir dan saling mendorong lidah kami. Entah sudah berapa kali aku mencapai orgasme selama ngen tot dengan dia. Hebatnya ia baru sekali ngecret saat ngen tot yang pertama tadi. Tubuhku terasa loyo sekali. Aku sudah tidak mampu bergerak lagi. Dia melepaskan kon tolnya dari jepitan kemaluanku dan mengangkat tubuhku hingga posisi terlentang. Aku sudah pasrah. Dibentangkannya kedua pahaku lebar-lebar lalu kembali dia menindihku. no nokku yang sudah sangat licin disekanya dengan handuk kecil yang ada di tempat tidur. Kemudian ia kembali menusukkan kon tolnya ke bibir no nokku. Perlahan namun pasti, seperti gayanya tadi dikocoknya kon tolnya hingga sedikit demi sedikit kembali terbenam dalam kehangatan no nokku. Tubuh kami yang sudah basah oleh peluh kembali bergumul. Akang.hebatthhh , bisikku. Biasa, neng. Kalau ronde kedua saya suka susah keluarnya , demikian kilahnya. Namun kami tidak dapat berbicara lagi karena lagi-lagi bibir nya sudah melumat bibirku dengan ganasnya. Lidah kami saling dorong-mendorong sementara pantat nya kembali menggenjotku sekuat-kuatnya hingga tubuhku timbul tenggelam dalam busa springbed yang kami gunakan. Kulihat tonjolan urat di kening nya semakin jelas menunjukkan napsunya sudah mulai meningkat. Napas nya semakin mendengus seperti kerbau gila. Aku yang sudah lemas tak mampu lagi mengimbangi gerakan nya. Ugh ughh uhhhh Dengus napasnya semakin bergemuruh terdengar di telingaku. Bibirnya semakin ketat melumat bibirku. Lalu kedua tangan nya menopang pantatku dan menggenjot no nokku dengan kon tolnya. Aku tahu sebentar lagi ia akan sampai. Aku pun menggerakkan pantatku dengan sisa-sisa tenagaku. Benar saja, tiba-tiba ia menggigit bibirku dan menghunjamkan kon tolnya dalam-dalam ke dalam no nokku. Crrt crrtt.. cratt crattt.. crrat Ada lima kali mungkin ia menyemprotkan pejunya ke dalam no nokku. Ia masih bergerak beberapa saat seperti berkelojotan, lalu ambruk di atas perutku. Aku yang sudah kehabisan tenaga tak mampu bergerak lagi. Kami tetap berpelukan menuntaskan rasa nikmat yang baru kami raih. kon tolnya yang masih kencang tetap menancap ke dalam no nokku. Keringat kami melebur menjadi satu. Akhirnya kami tertidur sambil tetap berpelukan dengan kon tol nya tetap tertancap dalam no nokku.

Sudah hampir dua bulan sejak perngen totanku dengan dia, kami tidak melakukannya lagi. Hal ini disebabkan karena suamiku selalu ada di rumah. Lama-lama aku merasa kangen juga dengan kon tolnya. Aku sudah merindukan keliarannya, bau keringatnya dan juga kejantanannya. Akhirnya kesempatan yang kutunggu-tunggu datang juga. Hari itu hari Sabtu jadi kantor libur. Kebetulan pula suamiku sedang bisnis di luar kota dan pulang Minggu sore. Karena suntuk di rumah, aku mendatangi rumahnya. Toh aku sudah biasa datang ke sana dan sudah kenal baik dengan istrinya. Setelah membeli biskuit dan gula serta susu buat bayinya, aku meluncur ke rumahnya yang kalau kutempuh dari kantor kira-kira memakan waktu 45 menit. Lumayan jauh. Suasana tampak sepi saat mobilku memasuki halaman rumah nya yang sudah sangat kukenal. Aku mengenal seluk beluk rumah itu, seluruh penghuninya dan tetangganya karena aku memang sering datang ke situ. Setelah memarkir mobilku di samping rumahnya, aku mencoba memanggil-manggil si penghuni rumah. Teh, ini Sintia Berulang-ulang kupanggil nama istri nya, namun tidak ada jawaban. Rumah tidak terkunci namun tidak ada orang. Aku lalu memutuskan untuk memutar ke belakang rumah siapa tahu mereka berada di kebun belakang rumah. Tetapi tidak ada orang satu pun di kebun belakang rumah. Sayup-sayup kudengar suara berkecipak air di kamar mandi yang terletak di sudut belakang rumah nya. Kamar mandi milik nya hanya dibatasi anyaman bambu tanpa atap, sehingga bila hujan selalu kehujanan dan kalau panas selalu kepanasan. Untungnya lokasinya berada di bawah pohon rambutan sehingga agak terlindung dari panas. Kudengar suara parau mendendangkan lagu dangdut yang tidak begitu kukenal. Aku memang tidak suka sama musik dangdut jadi kurang begitu kenal dengan lagu yang dinyanyikan dengan suara fals itu. Itu suara nya yang sangat kukenal di telingaku. Dengan rasa iseng kuintip nya yang sedang mandi lewat celah-celah anyaman bambu yang agak longgar. Kulihat tubuh nya yang kekar nampak mengkilat terkena busa sabun. kon tolnya yang besar tampak menggantung dipenuhi busa sabun. kon tolnya bergoyang-goyang seperti jam dinding kuno seiring dengan gerakan nya yang menyabuni tubuhnya. Dia yang hanya berbalut handuk tampak kaget melihatku sudah duduk di bangku panjang yang terletak di beranda belakang rumahnya. Lho, neng. Sudah lama datangnya? Ia melongo seolah tak percaya dengan kedatanganku. Enggak, baru saja sampai kok. Orang-orang pada kemana, kok sepi? Em.. anu, istri sedang ke Tasik menengok ibunya. Katanya ibunya kangen sama cucunya. Lho kok enggak dianter kang? Enggak, soalnya biar irit ongkosnya, neng. Silahkan masuk, neng. Aku pun masuk ke rumah melalui dapur dengan diiringi nya. Begitu pintu ditutup, dia langsung memeluk tubuhku dari belakang. Diciuminya tengkukku dengan ganas seperti biasanya. Saya kangen sama neng , bisiknya di telingaku. Aku sendiri juga kangen dengan cumbuannya dan kangen dengan kon tolnya, tetapi aku tetap berpura-pura menjaga wibawaku. Ahh akang bisa saja. Kan sudah ada teteh. Memang sih, tapi benar saya kangen sama neng. Tangannya segera melepas blazerku dan melemparkannya ke kursi. Mulutnya tak henti-hentinya menciumi tengkukku hingga membuatku menggerinjal karena geli. Ia tahu benar kelemahanku. Dijilatinya daerah belakang telingaku lalu tangannya melepas kancing baju atasanku satu demi satu dan dilemparkannya ke kursi tempat ia melempar blazerku tadi. Begitu punggungku terbuka, dengan serta merta dicumbunya punggungku dengan jilatan-jilatan dan gigitan-gigitannya yang membuatku kangen. Kemudian dengan mulutnya digigitnya kaitan bra ku hingga terlepas. Tangannya yang kekar menyusup ke dalam braku dan meremas isinya yang penuh. Jari-jarinya dengan lincah memainkan kedua pentilku. Setelah puas, dilepasnya braku dan dilemparkannya jadi satu dengan blazerku tadi. Kini aku hanya mengenakan celana panjang sementara tubuh atasku sudah terbuka sama sekali. Jilatan lidah nya terus merangsek seluruh punggungku dengan ganas. Kumisnya yang tebal terasa geli menggesek-gesek kulit punggungku. Jangan di sini, kang hhh Aku yang sudah mulai terangsang masih mampu menahan diri untuk tidak dien tot di ruang tengah yang agak terbuka. Tanpa banyak bicara didorongnya tubuhku masuk ke kamar satu-satunya yang ada di rumah itu. Di situ tidak ada tempat tidur seperti di rumahku. Yang ada hanya kasur yang sudah agak kumal yang terhampar di lantai yang dilapisi karpet plastik serta lemari pakaian plastik di dekatnya. Tubuhku didorong hingga punggungku memepet tembok tanpa plester di kamarnya. Kali ini bibirku langsung disosornya dengan ganas. Dilumatnya bibirku dan disisipkannya lidahnya masuk ke dalam mulutku mencari-cari lidahku. Aku semakin gelagapan mendapatkan serangan-serangannya. Apalagi kedua toketku diremas-remas dengan ganas oleh tangannya yang kasar. Bibirnya mulai merayap turun dari bibirku ke dagu lalu leherku dijilat-jilatnya dengan ganas. Aku semakin menggelinjang. Napasnya yang mendengus-dengus menerpa kulit leherku membuat seluruh bulu romaku berdiri. Dari leher bibirnya terus turun ke bawah dan berhenti di dadaku. Sekarang giliran toketku yang dijadikan bulan-bulanan serbuan bibirnya. Kumisnya terasa geli menyentuh dan mengilik-ngilik toketku. Aku merasa semakin terangsang dengan ulahnya itu. Dengan masih berdiri memepet tembok, celanaku dilucutinya. Aku membantunya melepas celana panjangku dengan mengangkat kaki dan menendang jauh-jauh. Aku pun tak tinggal diam, kutarik handuk yang melilit di pinggang nya hingga ia telanjang bulat didepanku. Rupanya ia tidak mengenakan celana dalam!! kon tolnya yang panjang, besar dan berwarna hitam gagah nampak tegak berdiri. Benar-benar jantan kelihatannya. Tanpa disuruh, aku pun segera menggenggam kon tolnya dan meremas serta mengurutnya. Oughhh terushh, neng, dia mendengus keenakan saat kuremas-remas kon tolnya yang membuat aku tergila-gila. Akhhh ouchh. Kini giliranku yang mendesis kenikmatan saat kurasakan tangan nya menyusup ke dalam celana dalamku dan meremas-remas gundukan no nokku yang sudah basah. Tidak cuma itu, jarinya mengorek-ngorek ke dalam celah no nokku dan mempermainkan it ilku. Aku semakin liar bergoyang saat jari-jari nya semakin masuk ke dalam no nokku. Rasanya no nokku semakin basah oleh cairan akibat rangsangannya itu. Aku agak kecewa saat tiba-tiba ia menghentikan rangsangan di selangkanganku. Tangannya kini bergerak ke belakang dan meremas buah pantatku. Sementara itu mulutnya terus turun ke arah perutku dan lidahnya mengosek-ngosek pusarku membuat aku kembali terangsang hebat. Tiba-tiba nya melepaskan tanganku dari kon tolnya dan bersimpuh di depanku yang masih berdiri. Serta-merta digigitnya celana dalamku dan ditarik dengan giginya ke bawah hingga teronggok di pergelangan kakiku. Aku membantunya melepaskan satu-satunya penutup tubuhku dan menendangnya jauh-jauh.

Kini mulut nya sibuk menggigit dan menjilat daerah selangkanganku. Dikuakkannya kakiku lebar-lebar hingga ia lebih leluasa menggarap selangkanganku. Dengan bersimpuh nya mulai menjilati bibir no nokku sementara tangannya meremas pantatku dan menekannya ke depan hingga wajahnya lebih ketat menyuruk ke bukit no nokku. Akhh. Terushhh..ohhh.. Aku hanya bisa merintih saat lidah nya menyeruak ke dalam no nokku yang sudah sangat licin. Ditekankannya wajahnya ke selangkanganku hingga lidahnya semakin dalam menyeruak ke dalam no nokku. Aku semakin menggelinjang saat lidah nya dengan nakalnya mempermainkan it ilku. Sesekali ia menyedot it ilku dan mengosek-kosek it ilku dengan lidahnya. Gila tubuhku mulai mengejang dan perutku seakan-akan diaduk-aduk karena harus menahan kenikmatan. Dia sudah tidak peduli dengan keadaanku yang kepayahan menahan nikmat. Lidahnya bahkan semakin liar mempermainkan it ilku. Akhirnya aku tak mampu menahan gempuran badai birahi yang melandaku. Tubuhku berkelojotan. Mataku membeliak menahan nikmat yang amat sangat. Tubuhku melayang. Akhhh .terr..ushhhh Tubuhku terus berkejat-kejat sampai titik puncaknya dan kurasakan ada sesuatu yang meledak di dalam sana. Tubuhku melemas seolah tak bertenaga. Aku hanya bersandar dengan lemas ke dinding kamar tanpa mampu bergerak lagi. Dia lalu berdiri di hadapanku. Bagaimana, neng? bisiknya di telingaku. Ohh..luar biasa..nya hebbb bathh, desahku.

Masih dengan posisi berdiri dengan aku menyandar dinding, dia menyergap bibirku lagi. Dia menempatkan dirinya di antara kedua pahaku yang terbuka lalu dicucukkannya kon tolnya ke no nokku yang sudah sangat basah. Dengan tangannya nya menggosok-gosokkan kepala kon tolnya ke no nokku. Tubuhku kembali bergetar. Aku mulai terangsang lagi, saat kepala kon tolnya menggesek-gesek it ilku. Dengan perlahan dia mendorong pantatnya ke depan hingga kon tolnya menyeruak ke dalam no nokku. Hmmhh Hampir bersamaan kami mendengus saat kon tol nya menerobos no nokku dan menggesek dinding no nokku yang sudah sangat licin. Lidah kami saling bertaut, saling mendorong dan saling melumat. Tubuhku tersentak-sentak mengikuti hentakan dorongan pantat nya. Dia terus menekan dan mendorong pantatnya menghunjamkan kon tolnya ke dalam no nokku dengan posisi berdiri.

Entah karena kurang leluasa atau kurang nyaman, tiba-tiba nya mencabut kon tolnya yang terjepit no nokku. Ia membalikkan tubuhku menghadap dinding dan ia sekarang berdiri di belakangku. Tubuhku sedikit
ditunggingkan dengan kedua tangan menopang tembok. Dibentangkannya kedua kakiku lebar-lebar, lalu ditusukkannya kon tolnya ke no nokku dari belakang. Kali ini gerakanku dan gerakannya agak lebih leluasa.
Kedua tangan nya meremas dan memegang erat pantatku sambil mengayunkan pantatnya maju mundur. kon tolnya semakin lancar keluar masuk no nokku yang sudah sangat licin. Ughh..ughhh Kudengar dia mendengus-dengus seperti kereta sedang menanjak. Aku pun mengimbangi gerakan ayunan pantat nya dengan sedikit memutar pantatku dengan gaya ngebor. Napas nya semakin menderu saat kulakukan gaya ngeborku. kon tolnya seperti kupilin dalam jepitan no nokku. Nafsuku yang sudah terbangkit semakin mengelora. Desakan-desakan kuat di dalam tubuh bagian bawahku semakin menekan. Kugoyang pantatku semakin liar menyongsong sodokan kon tolnya. Terusss.. neng terusshhh dia mendesis-desis dan tangannya semakin kuat mencengkeram pantatku membantuku bergoyang semakin kencang.

Arghh..arghhh.. akhhh.. say..saya keluarhhh, neng. Kudengar nya menggeram saat kon tolnya mengedut-ngedut dalam jepitan no nokku. Aku pun merasa sudah di ambang puncak kenikmatanku.
Kugoyangkan pantatku semakin liar dan akhirnya kuayunkan pantatku ke belakang menyongsong tusukan nya hingga kon tolnya melesak sedalam-dalamnya seolah-olah menumbuk mulut no nokku. Aku seperti melayang begitu puncak kenikmatan itu datang mengaliri sekujur tubuhku. Baru saja aku menikmati orgasmeku, kurasakan ada semburan cairan hangat dari kon tol nya di dalam no nokku. Crat crrtt..crutt crttt..crott..!! Banyak sekali pejunya yang tersembur menyiram no nokku, hingga sebagian menetes ke karpet kamar tidurnya. Kami tetap terdiam sambil mengatur napas. Tangan nya memeluk dadaku dan kon tolnya masih mengedut-ngedut menyemburkan sisa-sisa peju ke dalam no nokku. Akhirnya kami berdua menggelosor ambruk ke kasur kumal yang biasa ditiduri nya dan istrinya.
Kami berbaring dengan nya masih memeluk tubuhku dari belakang. kon tolnya yang sudah terkulai menempel di belahan pantatku. Kurasakan ada semacam cairan pekat yang menempel ke pantatku dari kon tolnya. Aku tak tahu dengan kain apa nya menyeka no nokku untuk membersihkan peju yang menetes dari bibir no nokkuku. Aku terlalu lemas untuk memperhatikan.

Akhirnya aku tertidur kelelahan setelah digempur habis-habisan oleh nya. Aku tidak tahu berapa lama aku telah tertidur di kasur nya. Aku tersadar
saat ada sesuatu benda lunak yang memukul-mukul bibirku. Saat kulirik aku terkejut ternyata benda yang memukul-mukul bibirku tadi adalah kon tol nya yang sudah setengah ngaceng. Ternyata ia sedang berjongkok dengan mengangkangi mukaku. Tangannya memegangi kon tolnya sambil dipukul-pukulkannya pelan-pelan ke bibirku. Begitu melihat aku terbangun, serta-merta nya memegang bagian belakang kepalaku dan mencoba memasukkan kon tolnya ke dalam mulutku. Aku menjadi gelagapan karena bangun-bangun sudah disodori kon tol. Aku pun tak mempunyai pilihan lain kecuali menyambutnya dengan mulut terbuka. Kurasakan ada sedikit asin-asin yang agak aneh saat bibirku mulai mengulum kon tol nya yang disodorkan padaku. Belakangan aku baru tahu bahwa dia langsung kencing ke belakang begitu bangun. Sekembalinya ke kamar, ia langsung terangsang melihat diriku yang masih tertidur dalam keadaan bugil. Demikianlah selanjutnya, ia membangunkanku dengan memukul-mukulkan kon tolnya ke mukaku supaya aku bisa segera memuaskan nafsunya kembali. Walaupun sedikit gelagapan, tentu saja aku melakukannya dengan setulus hati. Sedikit demi sedikit kon tol itu semakin mengeras dalam kulumanku. Beberapa saat kemudian nya membalikkan posisinya. kon tolnya masih kukulum dengan liar kemudian ia menundukkan tubuhnya dan wajahnya kini menghadap selangkanganku.

Dibentangkannya kedua pahaku kemudian lidahnya mulai bekerja menjilat dan melumat gundukan no nokku. Aku semakin gelagapan karena merasa kegelian diselangkanganku sementara mulutku tersumpal kon tol nya. Aku ikut menyedot kon tolnya saat nya menyedot no nokku. Kami saling menjilat dan menyedotg dengan posisi wajahnya menyeruak ke selangkanganku dan wajahku dikangkangi nya.Aku semakin menggelinjang liar saat lidah nya mengais-ngais lubang anusku dengan menekuk kedua pahaku ke atas. Aku sangat terangsang dengan perlakuannya itu. Apalagi saat lidahnya dimasukkan dalam-dalam ke no nokku. Aku tak mampu menjerit karena mulutku tersumpal kon tolnya. Tubuhku bergetar hebat menahan kenikmatan yang menyergapku. Dia dengan ganas menjilat-jilat it ilku dengan kedua tangannya membuka lebar-lebar bibir no nokku ke arah berlawanan. Aku tak mampu bertahan lama atas perlakuannya itu. Tubuhku mengejan dan berkelejat seperti cacing kepanasan. Lalu tubuhku tersentak selama beberapa saat dan akhirnya terdiam. Aku mengalami orgasme lagi dengan cepatnya.

Dia masih membiarkan kon tolnya menyumpal mulutku sambil sesekali lidahnya menyapu-nyapu dinding no nokku. Setelah aku mulai dapat mengatur napasku, dia menggulingkan tubuhnya ke samping dan menarik tubuhku agar naik ke perutnya. Ia bergeser ke arah dekat dinding dan menumpuk beberapa bantal di belakang punggungnya hingga posisinya kini setengah duduk. Tubuhku ditariknya hingga menduduki perutnya lalu diangkatnya pantatku dan dicucukannya kon tolnya ke no nokku. Dengan pelan aku menurunkan pantatku hingga kon tol nya secara perlahan melesak ke dalam jepitan no nokku. Aku menahan napas menikmati gesekan kon tolnya di dinding no nokku. Setelah beberapa kocokan yang
kulakukan akhirnya amblaslah seluruh kon tol nya ke dalam no nokku. Kini aku duduk di atas perut nya yang setengah duduk dengan punggung diganjal bantal. Dengan tangan bertumpu dinding tembok aku mulai bergerak menaik-turunkan pantatku secara perlahan. Sementara itu tangan nya mencengkeram pantatku membantu menggerakkan pantatku naik turun, mulutnya sibuk menetek toketku. Dengan posisi ini aku dapat mengontrol sentuhan-sentuhan pada daerah sensitifku dengan kon tolnya yang menancap di no nokku. Akhh shhh terushhh..kang . Aku mendesis-desis saat nya ikut mengimbangi goyanganku sambil kedua tangannya menekan kedua toketku hingga kedua pentilku masuk ke dalam mulut nya. Kedua pentilku dijilat-jilat dan disedot secara bersamaan hingga membuat nafsuku meningkat secara cepat. Aku semakin liar menggerakkan pantatku di pangkuan nya. Tubuhku kembali mengejat-ngejat dan seperti terhantam aliran listrik. Terusshhh..terusshhh ouchhh. Aku semakin liar mendesis saat kurasakan sesuatu meledak-ledak. Tubuhku terasa terhempas ke tempat kosong lalu akhirnya aku ambruk di dada nya.
–**–
Dia lalu bangkit dan berganti menindihku dengan tanpa melepaskan kon tolnya dari jepitan no nokku. Bantal yang tadi mengganjal punggungku ditaruhnya untuk mengganjal pantatku hingga gundukan no nokku
semakin membukit. Aku yang sudah lemas kembali dijadikan bulan-bulanan genjotan kon tolnya. Bibirnya tak henti-hentinya melumat bibirku dan pantatnya dengan mantap memompa kon tolnya menusuk-nusuk no nokku. Kedua tangan nya mengganjal bongkahan pantatku hingga tusukannya kurasakan sangat dalam menumbuk perutku. Ughh..ughhh putarrrhhh neng putarrrhhh ugghhh Kudengar dia mendengus memerintahku memutar pantatku. Aku mematuhi perintahnya memutar pantatku dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada. Terushhh.. terushhh ter oughhhh!! Akhirnya dengan diiringi dengusan panjang tubuh nya berkelojotan. Tubuhnya tersentak-sentak dan hunjaman kon tolnya serasa menghantam
sangat dalam karena didorong sekuat tenaga olehnya. kon tolnya berdenyut-denyut dalam jepitan no nokku. Crottt crott..crott kon tolnya menyemburkan cairan kenikmatan ke dalam no nokku. Aku
merasa ada desiran hangat menyembur beberapa kali dalam no nokku. Nikmat sekali rasanya. Tubuh nya masih berkelojotan untuk beberapa saat lalu akhirnya terdiam. Oughh neng hebattthhhh, bisiknya di telingaku dengan napas yang masih ngos-ngosan. Tubuh kekarnya ambruk menindih tubuh telanjangku. kon tolnya dibiarkannya tertancap erat dalam jepitan no nokku. Kami berdua sama-sama diam menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja kami raih.

Hari sudah menjelang sore saat aku bangun dari kasur nya. Aku kaget saat mau kupakai celana dalamku ternyata sudah basah oleh lendir yang masih menempel. Rupanya tadi dia menyeka no nokku dengan celana dalamku! Terpaksa aku tidak memakai celana dalam. Dengan memakai celana dan baju atasanku aku keluar ke kamar mandi dan cebok membersihkan no nokku dari sisa-sisa lendir sehabis ngen tot tadi. Aku baru saja mau berdiri dan menaikkan celanaku saat tiba-tiba dia yang hanya dililit handuk ikut masuk ke kamar mandi. Belum selesai membenahi celanaku lagi-lagi dia merangsekku di kamar mandinya yang terbuka. Diturunkannya lagi celanaku hingga sebatas lutut lalu didekapnya aku dari belakang. Bibirnya dengan ganas dan rakus menjilat dan mencumbu daerah belakang telingaku hingga gairahku mulai terbangkit lagi. Melihat aku sudah dalam genggamannya, dilepasnya lilitan handuknya hingga ia telanjang bulat. kon tolnya yang sudah setengah keras menempel ketat di belahan pantatku. Aku sengaja menekan pantatku mundur hingga menggencet kon tolnya semakin terbenam di antara kedua belah buah pantatku. Kugeser-geser pantatku dengan lembut hingga lama-kelamaan kon tolnya mulai mengeras lagi. Setelah keras, dicucukkannya kon tolnya ke celah-celah sempit di gundukan bukit no nokku lalu dikosek-kosekkannya ujungnya ke no nokku yang sudah mulai basah. Sekali lagi kami ngen tot dengan hanya menurunkan celana panjangku sebatas lutut dan dia menggenjotku lagi dengan posisi berdiri. Aku harus bertumpu pada bak mandi yang terbuat dari gentong tanah sambil setengah nungging sementara dia menggenjot dari belakang sampe akhirnya kami berdua sampai pada saat yang bersamaan. Nikmaaat banget rasanya.


About this entry