Aunty Felia

Halo , nama saya Tony saya bekerja di sebuah perusahaan makanan dan minuman di kota J. Sebenarnya saya bekerja di situ lantaran Oom saya yang pemilik perusahaan yang memasukkan saya (KKN nih ceritanya). Saya ini orang putus sekolah dan tidak niat dengan sekolah, asal saya sebenarnya dari kota S seasal dengan bapak pembangunan kita (yang sekarang bapak kehancuran). Karena sekolah tidak becus kemudian Oom saya menawari saya untuk bekerja saja jadi semacam mandor dan mengkoordinir pekerjaan kotornya yang tentunya saya terima dengan baik, dan ternyata memang saya cocok untuk pekerjaan macam itu. Telah sekitar 5 tahun saya berkumpul dengan Oom saya dan saya pun jadi mengetahui macam2 mengenal dirinya yang sebenarnya. Oom saya ini suka maen perempuan, ya maklumlah orang kaya, perusahaan-nya masih bisa jalan dalam krismon ini.

Untuk staff kantor terdekatnya dia selalu memasang cewe2 cantik pilihan, seperti staff public relation dan sekretaris utama, semuanya pasti bakal bikin konak laki2 manapun. Wah pokoknya enak deh dia hidupnya, tapi ngga papa dong wong punya duit. Sebenarnya sih Oom Baroto sudah punya istri yang cantik, tapi ya sekarang sudah agak berumur mendekati 30an atau sekitar segitulah, jadinya sudah mulai luntur kecantikannnya. Tapi walaupun begitu dia masih pandai merawat tubuh dan muka. Tubuhnya masih mulus, bodynya pun masih kencang dengan payudara cup B apa C yah tidak jelas ngga terlalu gede dan kecil sih dan wajahnya pun belon mulai berkeriput, sisa kecantikan remajanya masih terlihat banyak sekali. Aku panggil dia Tante Felia. Mungkin karena dia orang kaya jadi perawatan kulitnya pun pasti menghabiskan duit yang cukup banyak sehingga hasilnya seperti tanteku yang cantik ini.
Walaupun Oom Baroto suka maen2, Tante Felia tidak ada complains sepertinya, kalau saya bertemu mereka kayanya hubungannya biasa2 saja. Mungkin ya Tante maklum saja dan ok2 saja, karena Oom Baroto masih bisa earn more money than what she can spent yah? Itu katanya definisi a successful husband dari internet, hehehehe… Dalam 5 taon itu tentu saja saya sudah tidak jadi mandor pabrik lagi, wong namanya family.. , ya otomatis KKN dong dan sekarang saya sih sudah menjadi semacam “orang dekat” Oom Baroto yang mangkal di kantor. Dia bilang saya sih cukup cekatan, urusan2 dia kalau dia mau pergi bermain-main bisa saya gantikan sementara. Dan makin tua semakin sering dia bermain-main di luar dan tentunya saya punya banyak waktu tanpa dia mengawasi.
Suatu saat ketika saya selesai makan siang di rumah dan hendak kembali lagi ke kantor, saya liat Tante Felia pulang naik mobil BMW-nya bersama seorang laki2 muda yang wow… ternyata pegawai Oom saya juga. Saya sih tidak kenal dengan dia, tapi dia ini orang-nya macho dan wajahnya lumayan tampan, penasaran yah saya masuk lagi, lalu saya cepat2 minta pembantu di rumah untuk tutup mulut mengenai keberadaan saya di rumah itu. Kemudian mereka berdua masuk dan Tante Felia pun menanyakan keberadaan orang pada pembantu dan sesuai pellet duit noban yang saya berikan dia jawab tidak ada orang, kemudian Tante memberi dia duit bergambar bapak pembangunan yang cukup banyak dan menyuruhnya pergi shopping, sialan kayanya pembantu bisa lebih kaya dari gua nih kalau tiap hari terima KKN gini. Tapi.. ada apa ya nih ??? Saya mengamati mereka dari lantai dua dengan berdebar-debar mau ada apa yah ini. Ternyata seperti yang paling mungkin terjadi beberapa detik kemudian mereka mulai saling melumat bibir, dan tangan si Bram pegawai Oom Baroto mulai menjelajahi tubuh Tante , gulp sialan rupanya semacam pembalasan dendam toh ini, kirain Tante ok2 saja sama Oom Baroto.
Tapi yang paling gawat sekarang mereka berdua mulai naik ke atas, gawat deh gua berpikir keras sekali kemudian saya ingat kalau di kamar Tante (maklum udah pisah ranjang jadi kamarnya sendiri2) lemarinya cukup besar , ya udah gua putusin mau nginep di situ aja sementara ,di situ saya nemuin handycam sony yang cukup baru sudah pake LCD, wah2… langsung saja saya nyalain dan voila gampang sekali baru pencet2 berapa kali sudah tau cara pakenya. Entah ada setan apa ya kok bisa nemu handycam. Timbul niat saya untuk merekam moment2 indah ini untuk referensi di kemudian hari hehehehe…. Keduanya sudah mulai masuk kamar , begitu mereka masuk jarak pandang tahu2 Tante sudah bugil hanya menggunakan celana dalam, kemudian Bram membopongnya ke atas ranjang dan dia memandangi mata Tante beberapa saat dan kemudian berkata “kamu cantik sekali” , kemudian dia membisikkan beberapa kata ke kuping Tante yang mana Tante memejamkan matanya keenakan. Sampai sekarang pun saya masih tidak bisa lupa kecantikan wajah Tante waktu itu, masa mudanya pasti dia cantik sekali. Wah2.. konak abis deh, dan yang bagus semuanya sudah ada di kaset 8 mm ini bisa diulang kapan saja. Mulanya Bram
meremas2 buah dada Tante tapi hanya sebentar kemudian Bram mulai menjelajahi daerah bawah , dipelorotkannya celana dalam Tante yang warna pink dan kemudian dia menjilati pussy Tante Felia dengan professional-nya , dia menjilati bibir bagian atas, kemudian pindah ke bawah meminum airnya dan setelah habis dia kembali lagi ke bagian atas, kemudian diminum kembali airnya begitu seterusnya dan tidak lupa, saya zoom semuanya untuk referensi di kemudian hari, seumur-umur walaupun saya ini termasuk “nakal” tapi belon pernah *******, paling banter coli sama liat BF. Yah kali ini nonton live show ya lumayan dah. Jilat2 memek itu berlanjut sampai kemudian saya liat Tante mengeluarkan cairan yang banyak dan dia melenguh keras sekali, saya suka sekali sama adegan satu ini , wajah Tante menjadi cantikk sekali, wajah alami wanita yang mengalami kepuasan. Kemudian Bram mengangkattubuhnya dan berusaha memasukkan kontolnya ke mulut mungil Tante, tapi sepertinya Tante agak malas dan pertamanya menolak, tapi Bram pintar nih dengan lembutnya dia mencium Tante dulu lalu membisikkan kata2 cinta(gua ngga tau sih omong apa tapi harusnya ya yang mesra2 yah) di kuping Tante, kemudian dia memainkan putting susu Tante, dan Tante pun mulai melenguh2 keenakan, pelan2 Bram memanfaatkan keadaan mulut Tante yang sedikit terbuka dan memasukkan kontolnya ke bibir Tante, dan gulp masuklah seluruh ****** Bram dan kemudian dia masuk keluarkan kontolnya, sambil memegangi kepala Tante. Kulihat Tante lumayan enjoy denganpermainan itu, beberapa saat kemudian Bram mencabut kontolnya dari bibir Tante dan kemudian dia memagut kembali bibir Tante sambil tangannya meremas remas buah dada Tante, tampaknya Tante pun sudah mempermakbuah dada-nya karena bentuknya yang seperti mangkok terlalu perfect, apalagi sudah usia hampir 30an masih sekencang itu, tapi ngga papa malah asyik. Kemudian Bram memasukkan kontolnya ke pussy Tante dan digoyang2kannya dengan lambat2 kemudian cepat, lambat, cepat, wah2, tambah satu lagi pengetahuan gua. Dan lenguhan Tante semakin terdengar keras, sebentar bentar Bram memainkan putting susu Tante atau meremasremasnya, sebentar sebentar memberikan ciuman, hebat juga si Bram, sudah 10 menit masih bisa tahan segitu lama, gua sih dari tadi sudah pengen coli aja tapi keadaan tidak memungkinkan. Tak lama kemudian Bram
menyuruh Tante tengkurap dan menyodokinya dari belakang, kali ini tidak ada irama2an, rupanya Bram pun sudah cape dan tidak sabar, kira2 5 menit kemudian Tante mengeluarkan lenguhan khas-nya yang sangat merangsang dan juga mimik wajahnya yang khas itu tak lupa saya abadikan di handycam ini, dan beberapa saat kemudain Bram pun mempercepat permainan dan kemudian dia mengeluarkan penisnya dan mengocok kontolnya sampai pejunya keluar semua di badan Tante, Tante dengan lemas dan nafasnya terengah-engah tengkurap saja di ranjang kemudian dengan lemas dia mengambil sebuah kertas (check kali ye) dan menyerahkannya pada Bram dan mengatakan “Terima kasih Bram, kamu hebat sekali” dan Bram pun hanya tersenyum dan merapikan tubuhnya , berpakaian kemudian pergi saja.
Setelah dia pergi kulihat Tante masih tengkurap kemudian menangis terisak-isak entah karena merasa bersalah atau apa, yang jelas kaki saya sudah kesemutan waktu itu , dan yang jelas saya konak berat ingin rasanya menyamperin Tante dan membelai-belai rambut-nya, teringat dulu waktu kecil saya yang sering dia belai rambut saya. Saya tunggu beberapa menit kemudian Tante masuk ke kamar mandinya dan menyalakan air shower, wah untung deh, langsung saya keluar dengan berjingkat2 dan tak lupa saya ambil kaset 8 mm yang ada di handycam.
Esoknya saya membuat rekamannya ke kaset biasa dan saya simpan 8 mm-nya di lemari brankas saya. Sering saya coli sendiri dengan menonton kaset itu, hal ini saya lakukan selama dua bulan. Kemudian saya merasa
tidak puas ingin rasanya melakukan sesuatu yang lebih dari itu, sudah umur 23 tahun masa masih coli terus ,maklum sama cewe ngga pernah lama soalnya gua miskin, selalu diputus dengan cepat mau ngentotin perek
juga ngga ada duit ya udah deh mandiri terpaksa. Pikir abis pikir dan kemudian niat jahat saya muncul saya akan memeras Tante dengan kaset ini sehingga dia mau bersetubuh dengan saya. Kebetulan Oom Baroto akan pergi ke Bali selama seminggu, yang saya tahu tujuannya, pasti mau pesta dengan teman2nya ya kebetulan deh saya ada waktu untuk menggarap Tante Felia. Sebenernya saya kurang tega melakukan ini, tapi kalau ingat dulu rasanya dendam SMA ditolakin cewe, niat saya makin bulat saja. Waktu itu hari minggu siang saya tidak pergi ke pabrik, sementara Tante sedang pergi tapi saya tahu dia pasti pulang untuk makan siang. Saya persiapkan kasetnya dulu di video, kemudian saya paskan di posisi yang cukup jelas di mana Tante bisa melihat dengan jelas wajahnya sendiri. Ketika Tante pulang seperti biasa saya menyapanya kemudian menawari dia minum bantuan dan tetek bengek lain, rupanya dia sedang dalam mood bagus, dia baru saja menang arisan. Jarang ngomong2 sama Tante, ya udah deh saya basa basi dulu sebentar, tapi ngga taunya enak juga ngomong sama Tante, sampai kita sudah bicara2 tentang masa lalu segala. Rupanya Oom Baroto itu cinta pertama Tante, hmm. Tampaknya dia menangis waktu itu karena ini yah?? Waktu itu nafsu saya sih sudah surut, sudah deh ngga baik masa Tante sendiri diperas. Tapi tak lama kemudian Tante menyalakan tv pake remote, gulp kaget gua, yang di TV ternyata adalah acara Tante dengan Bram, shit rupanya waktu itu gua pause, gua baru ingat kalau tidak ada tombol apa2 yang dipencet dalam 15 menit, otomatis film akan jalan lagi. Saya berusaha menguasai diri, dan memberanikan melihat wajah Tante yang mana dia sendiri expresi mukanya kaget sekali dan remote yang dia pegang pun terjatuh dan suaranya cukup
keras, disadarkan oleh suara keras tersebut niat saya yang semula kembali lagi nafsu saya kembali bangkit dengan cepatnya, terlanjur basah ya sudah deh pikir gua apalagi suara lenguhan Tante di video itu membuatku tambah bernafsu. Tante diam saja setengah melongo melihat adegan dirinya sedang disodok oleh Bram, kemudian saya mengumpulkan keberanian saya dan dengan muka dan suara dingin berkata “Video ini sangat berbahaya bila diketahui oleh Oom Baroto bukan Tante?”, Tante melihatku sesaat kemudian dengan ketakutan Tante pun mendekati aku.
“Gimana kamu bisa dapat video ginian Ton?” katanya dengan suara gugup.
Wah dia wangi sekali dan dia sedemikian dekat denganku, aku pun konak, kemudian kujawab “handycam di lemari Tante..”. Kemudian dia hening beberapa saat berusaha menenangkan diri
“Kamu yang buat video ini ?” katanya dengan ekspresi kosong.
“Iya Tante saya sendiri yang buat” aku terus menjawab dengan expresi wajah dingin.
Wajah Tante agak marah mendengar jawaban ini, tapi kemudian dia kembali ketakutan mungkin karena merasa saya yang memegang kartu As-nya. Saya memandangi dia terus bila dia menatap mata saya, saya tatap balik dan dia pun kemudian menunduk. Dia terdiam melihat ke video itu menggoyangkan jemari-jemarinya dan kemudian berkata “Kamu buat video ini, pasti mau sesuatu, kamu ingin apa?” Tanya Tante dengan tenang.
Jawaban desperado ini membuat saya semakin konak saja, kemudian saya bangkit dan tersenyum penuh nafsu dan berkata “Mari kita bicarakan di kamar Tante saja”.
Kemudian dengan cepat saya gamit tangannya dan dengan sigap kuangkat kakinya kemudian kubopong dia ke kamarnya sambil tersenyum penuh kemenangan, entah kenapa saya sangat ingin membuat dia makin ketakutan
dengan sengaja kuremas-remas tangannya, dan benar, tubuhnya sedikit bergetar-getar karena ketakutan, kemudian sampai di kamarnya saya rebahkan dia dan saya suruh dia duduk di ranjang dan kemudian saya berkata “Tolong Tante lepaskan semua pakaian Tante”
Tante hanya pasrah dan ketakutan mendengar perintah saya, kemudian dilepaskannya bolero coklat yang dia pakai perlahan, ketika hendak melepaskan kemeja sutera miliknya, dia pun kemudian berkata “Ton, perlu apa semua ini apa kamu tidak ingin yang lain saja uang misalnya, kamu ini kan keponakan Tante”
“Maaf Tante, tolong Tante lanjutkan saja, sekarang ini saya hanya ingin tubuh Tante”
Kemudian dia pun kembali menunduk pasrah melepaskan kancing kemejanya satu persatu diikuti dengan celana kulot-nya, dan kemudian diam saja sambil menggigit bibirnya, dia pun masih tergetar ketakutan.
“Tante, saya bilang semua itu artinya ya semua” kataku dengan tegas tapi hatiku sebenarnya sudah tidak kuat menahan hati nurani. Tante keliatan mau menangis, aduh rasanya tidak tega juga gila apa yang gua lakukan sih, tapi nafsu yang membara melebihi semuanya. Dengan menunduk dia lepaskan bh-nya dan sambil satu tangannya menutupi buah dadanya, tangan kanannya melepaskan celana dalamnya perlahan2, aduh sungguh saya konak melihat hal ini. Kemudian Tante Felia duduk merapatkan kakinya dan tangannya menutupi buah dadanya sambil menunduk, wuuu… konak banget melihat Tante yang cantik bugil dan pasrah.
“Tolong sekarang Tante tiduran”
Ketika dia baru mulai merebahkan dirinya, saya spontan sudah tidak kuat dan bagaikan singa kelaparan langsung menerkam dirinya, saya pegang kedua bahunya dengan kedua tangan saya, oh… sehalus inikah kulit seorang wanita?? batinku. Kemudian saya lumat bibirnya yang dia respons dengan dia menutup mati2an bibirnya, wajahnya masih ketakutan dan tubuhnya masih bergetar, kemudian saya remas2 buah dada-nya yang masih kenyal itu, saya jelajahi dengan lidahku mulai dari jemarinya dengan lidah saya menuju ke tangannya kemudian pundaknya , kemudian aku berpindah meraba paha-nya yang mulus sambil kujilati seluruh tubuhnya bagaikan setan kelaparan , kulihat Tante dengan tubuhnya terlentang pasrah memejamkan mata, wajahnya seperti mau menangis tapi
hal itu malah membuatku semakin konak saja, ingin rasanya kulumat seluruh tubuhnya dengan lidahku, kujelajahi tubuhnya terus menerus, yang aneh kenapa sih si Bram suka sekali dengan menjilati pussy Tante, apa sih yang enak, baunya aja dari jarak berapa cm sudah ngga ketulungan gitu, ampun deh… . Tapi kulihat pussy Tante merekah dan mengeluarkan cairan yang banyak sekali, pelan2 wajahnya berubah dan suaranya pun mulai melenguh-lenguh keenakan. Alamat baik ini, pikirku. Grepe2 ini berjalan sampai kira2 20 menit kemudian (ngga tau deh pokoknya cukup lama, maklum pertama kali) . Kemudian kuplorotkan celanaku dan kontolku yang sudah konak dari tadi berdiri dengan kerasnya, woo.. kuarahkan dia ke pussy Tante, dan mulai kusodok-sodokkan, inginnya sih lambat cepat lambat cepat, tapi udah konak masa bodo , pengen cepet keluar aja, gua sodokkan terus ke liangpussy Tante. Wah.. gila rasanya tidak keruan, Tante pun melenguh-lenguh lebih keras dan wajahnya sudah tidak menangis lagi, tampaknya dia mulai menikmati permainan ini, tapi hanya kurang lebih 1 menit kemudian saya tidak kuat dan mengeluarkan peju saya di dalam pussy Tante, banyak sekali saking konaknya mungkin 3x lebih banyak dari pada waktu saya coli, kemudian saya rebahkan diri saya di atas tubuh Tante yang terbaring pasrah itu. Ada semacam ketidakpuasan di wajahnya, matanya terpejam nafasnya terengah-engah, tetapi aku tidak tahu isihatinya yang pasti kutahu dia pasti belum puas, tidak kulihat wajahnya yang khas waktu dia berhubungan dengan Bram. Timbul rasa penyesalan di hati saya, seharusnya saya tidak melakukan ini.
“Maafkan saya Tante, Tony khilaf besar”
Tidak ada kata2 balasan dari Tante, tampaknya dia marah sekali, matanya masih merem dan dia masih terbaring saja kemudian dia bangkit sambil sedikit terengah-engah mengambil bajunya kemudian menutupi buah dadanya serta merapatkan kedua kakinya menutupi pussynya. Selama 5 menit dia diam saja matanya menerawang arahnya tidak jelas, mungkin stress karena ulahku. Aduh, dalam hati aku berjanji selamanya akan kuhancurkan kaset2 itu, dan aku pun berjanji akan kutinggalkan perusahaan Oom Baroto untuk selama-lamanya, tidak ada lagi yang bisa dikatakan dan akupun beranjak pergi.
“Tante jangan khawatir tentang kaset itu, saya jamin tidak akan ada lagi yang… ”
“Ton, kamu lumayan kok”
Kutengok ke belakang dan kulihat Tante sedikit tersenyum.
“Kamu ngingetin aku sama Oom Baroto waktu muda dan bau kencur, sama2 egois dan ngga bisa muasin Tante”
Akupun diam memang sih banyak family bilang aku dan Oom Baroto banyak persamaan antara lain wajah kami dan sifat kami yang liar, kemudian aku tidak tahu harus berkata apa dan aku dengan bingung menjawab.
“Tante Felia, Tante cantik sekali, Tony sayang Tante, mulai sekarang boleh saya saja yang menggantikan Bram menyayangi Tante?”
Gila angin darimana omongan itu bisa keluar, kayanya otak gua sudah mati setengah ketika bilang begitu, tapi kemudian “Boleh saja kok Ton, tapi kamu masih kalah pinter loh dari Bram” sahut Tante sambil tersenyum.
Tampaknya ada angin sejuk dihati, saya pun memberanikan diri mendekati Tante dan kemudian saya duduk disampingnya, entah karena rasa iba atau rasa sayang yang sudah timbul, saya membelai rambut Tante dan mencium bibir-nya. Kali ini Tante membalasnya dengan hangat, penuh kasih sayang. Kurebahkan dia kembali dengan perlahan, kutatap matanya erat2, kusingkirkan bajunya yang menutupi buah dadanya, yang sungguh
merangsang diriku. Perlahan tapi pasti kulumat putting susu-nya dan dengan tangan kiriku kumainkan putting yang satunya lagi, Tante Felia melenguh keenakan, sungguh suara yang merdu dan hal ini membuatku konak lagi. Selang beberapa menit kemudian kuangkat kepalaku sambil tetap kumainkan tangan kiriku, kemudian kulihat pussy Tante Felia yang basah dan bercampur spermaku yang ternyata tidak bisa masuk semuanya, gila sungguh sesuatu yang merangsang berat, spermaku mengalir perlahan dari pussy-nya, dan akupun sangat konak dan memikirkan bagaimana cara memuaskan Tante, adikku bangun lagi dengan gagahnya dan kemudian aku berpindah ke pussy-nya, kuelus pahanya yang mulus dan kutatap matanya yang indah, kemudian kubenggangkan kedua pahanya dan kumasukkan jariku ke lubang pussynya, kuputar-putar dan kusodok-sodokkan, Tante Felia pun semakin mengerang keras, sampai kusadari kalau waktu kusodokkan di bagian kanan atas, eluhannya semakin keras dan cairannya makin banyak, penasaran kupusatkan jariku di situ dan kugosok-gosok bagian tersebut, ternyata Tante Felia pun berteriak makin keras, cairannya keluar banyak sekali mendorong sisa2 spermaku dengan deras, aku pun mulai konak tidak sabar, kuangkat kontolku dan kusodokkan ke lubang pussynya dengan cepat, kali ini aku sodokkan terus menerus tapi rupanya kontolku masih membutuhkan waktu untuk reload sehingga spermaku tidaklekas keluar. Tante Felia pun masih mengerang dengan kerasnya, dan iseng2 kusodokkan penisku ke bagian kanan atas, dan yah dia pun makin melenguh keras, dan kurasakan cairannya menyembur-nyembur dengan derasnya, aku makin konak dan kulihat wajahnya yang khas, wajah yang penuh kepuasan dan erangan penuh kenikmatan yang merdu, yang membuat ****** laki2 manapun tidak tahan, dan akupun keluar lagi dengan deras di pussy Tante Felia. Kulumat bibirnya dengan penuh sayang, dan diapun membalasnya dengan hangat sekali “Tante, aku sayang Tante, Tante senang apa ngga Tony sayang Tante ?”
“Ton, kamu pintar jadi Tante senang, Tante juga sayang sama kamu sudah lama Tante rindukan kembali masa2 seperti ini, aku harap kamu gantikan Bram jadi lover Tante yah”
Belakangan kuketahui Bram adalah gigolo yang dimasukkan oleh Tante Felia sebagai pegawai di kantor Oom Baroto. Sehingga bila Tante Felia membutuhkannnya suatu saat , dia dengan mudah dapat dipager. Tapi sekarang denganmasuknya aku, kedudukannya sudah kusingkirkan, apalagi Tante juga bilang aku lebih jantan hehehe… tapi mungkin perlu kubungkam mulutnya untuk selama-lamanya untuk melindungi privacy Tante.
“Tante, mulai sekarang biar Tony yang jaga Tante , yang menyayangi Tante saja. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menyenangkan Tante.”
Kutahu dia masih mencintai Oom Baroto yang bajingan itu, tapi tak apa yang penting sekarang akulah penggantinya, tampaknya aku jatuh cinta pada tanteku ini yang sudah setengah tua ini aku berharap dia mau cerai dengan Oom Baroto dan kawin denganku, gila yah? Akhirnya kami berdua menghabiskan dua ronde lagi, sampai aku kecapaian dan tidak kuat bangun, Tante pun tidur memeluk diriku ada ketenangan di wajahnya, yang tidak pernah dipancarkannya selama ini. Oh… aku cinta tanteku.


About this entry